PPP Hasil Muktamar Jakarta Siap Fasilitasi Islah

Jum'at, 29 Januari 2016 - 19:23 WIB
PPP Hasil Muktamar Jakarta...
PPP Hasil Muktamar Jakarta Siap Fasilitasi Islah
A A A
JAKARTA - Sejumlah pengurus DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) di jalan Medan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Kedatangan pengurus PPP itu untuk menyampaikan rencana islah atau perdamaian antara kubu Muktamar Jakarta yang dipimpin Djan Faridz dan Muktamar Surayabaya yang dipimpin M Romahurmuziy atau Romi.

Ketua DPP PPP Habil Marati mengatakan, PPP hasil Muktamar Jakarta mengaku siap memfasilitasi islah tanpa adanya Muktamar atau Muktamar Islah.

"Kenapa (Islah tidak pakai Muktamar) karena di bawah ini cuma 1.500 pesertanya, sekarang jadi 3.500 karena ada DPD, DPC, apalagi karena Pak Romi telah merubah nomenklatur. Ini bisa jadi chaos (kisruh)," kata Habil di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Habil mengatakan, pihaknya menginginkan agar islah tidak keluar dari putusan Mahkamah Agung (MA) yang dinilainya telah memenangkan kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta.

"Karena nanti (muktamar) ada potensi untuk digugat lagi. Tadi Pak Luhut sangat respect konsen dengan ide saya dan Fernita (Fernita Darwis, PPP kubu Djan Faridz) tentang metodologi islah tanpa muktamar. Pak Luhut merespons baik dan tidak melanggar putusan MA. Itu luar buasa," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Habil, tim adhoc yang terdiri atas 18 pengurus pusat PPP hasil Muktamar Jakarta siap memfasilitasi adanya islah.

Selanjutnya, dalam islah tersebut juga akan melakukan 'kocok ulang' untuk mengakomodasi kepentingan PPP hasil Muktamar Surabaya.

"Sekarang ini yang ada itu Muktamar Jakarta. Jadi kalau orang mau islah ya gunakan hasil Muktamar Jakarta untuk islah. Jadi kalau anda tidak seruju dengan ini saya pikir kenapa perbedaan seperti ini kita harus keluar," tuturnya. (Rakhmat)

PILIHAN:

Wakil Jaksa Agung Mundur
(dam)
Berita Terkait
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Nama RTQ Tak Masuk Struktur...
Nama RTQ Tak Masuk Struktur Pimpinan Usulan Formatur DPC PPP Makassar
7 Fraksi PPP di Parlemen...
7 Fraksi PPP di Parlemen se-Sulsel Dapat Hak Suara di Muktamar IX
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved