Ahli dari KPK Sebut Pengadaan QCC oleh Lino Tak Darurat

Kamis, 21 Januari 2016 - 18:32 WIB
Ahli dari KPK Sebut...
Ahli dari KPK Sebut Pengadaan QCC oleh Lino Tak Darurat
A A A
JAKARTA - Direktur Kebijakan Umum Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP), Setiabudi Arijanto menilai, pengadaan barang dan jasa yakni Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II yang dilakukan mantan Direktur Utama, Richard Joost Lino alias RJ Lino tidak darurat.

Maka itu proses pengadaan QCC seharusnya melalui lelang tender, bukan penunjukkan langsung. Hal itu dikatakan Setiabudi saat menjadi ahli di sidang gugatan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum Lino di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).

"(Soal pengadaan barang dan jasa) hampir sama di perpres dan permen BUMN. Cuma mendefinisikan, terutama penanganan darurat. Darurat pemerintah dan BUMN beda," kata Setiabudi dalam sidang di PN Jaksel, Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Menurut Setiabudi, dalam proses pengadaan barang dan jasa, semangatnya adalah menguntungkan perekonomian dalam negeri. Sehingga langkah Pelindo II yang mengadakan QCC tidak merugikan APBN dan APBD sebagaimana diatur dalam Perpres dan Permen BUMN.

Dia mengatakan, dalam pengadaan QCC Pelindo, pemenuhannya masih impor, sehingga tidak bisa dikatakan tengah dalam kondisi darurat.

"Pemenuhannya masih impor dulu itu bukan darurat. Ketentuan darurat ngutang dulu, nanti bayar belakangan, karena daruratnya. Karena biasanya kalau di BUMN ditunda, BUMN malah rugi," ujarnya.

"Misal awalnya enggak darurat terus jadi tergesa-gesa, tapi ternyata untuk impor butuh lima bulan, itu bukan darurat karena masyarakat enggak mati. Karena lelang dan tunjuk langsung beda waktunya, enggak signifikan," paparnya.

Diketahui, gugatan dilayangkan RJ Lino dan tim kuasa hukumnya untuk melawan penetapan tersangka Lino oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mantan bos PT Pelindo II itu diduga melakukan korupsi pengadaan QQC di PT Pelindo II tahun anggaran 2010.

Pilihan:

Kisruh Internal Kosgoro, Agung Laksono Polisikan Aziz Syamsuddin

Diduga Illegal Fishing, Keamanan Laut RI Buru Empat Kapal China
(maf)
Berita Terkait
Kasus Korupsi Pelindo...
Kasus Korupsi Pelindo II, Kejagung Periksa Presdir JICT
Wakil Dirut PT JICT...
Wakil Dirut PT JICT Diperiksa terkait Dugaan Korupsi di Pelindo II
Mantan Dirut Pelindo...
Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino Kembali Diperiksa Kejagung
Kejagung Periksa Dirut...
Kejagung Periksa Dirut Pelindo II sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Sulit Temukan Kerugian...
Sulit Temukan Kerugian Negara, Kejagung Hentikan Kasus Pelindo II
Hari Ini RJ Lino Hadapi...
Hari Ini RJ Lino Hadapi Vonis Kasus Korupsi Pengadaan Crane
Berita Terkini
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Infografis
3 Negara Mundur dari...
3 Negara Mundur dari Koalisi Laut Merah yang Dipimpin oleh AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved