Pengamat Tuding BIN Kecolongan Diminta Belajar Sejarah Intelijen

Jum'at, 15 Januari 2016 - 17:52 WIB
Pengamat Tuding BIN...
Pengamat Tuding BIN Kecolongan Diminta Belajar Sejarah Intelijen
A A A
JAKARTA - Para pengamat yang menilai pemerintah khususnya Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan dalam mengantisipasi aksi teror di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, diminta belajar sejarah intelijen.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut‎ Binsar Panjaitan‎ mengatakan, intelijen secanggih apapun akan sulit, bahkan hampir tidak mungkin menduga pikiran maupun hati seorang teroris.

‎"Jadi kalau ada pengamat yang menamakan dirinya pengamat intel, intel kecolongan, tolong dia belajar sejarah intelijen‎," kata ‎Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

‎Luhut pun memberikan salah satu contoh peristiwa serangan teror di Paris, Perancis beberapa waktu lalu. Karena para pelaku di Paris itu menggunakan telegram, sehingga tidak bisa diketahui kapan melakukan aksi teror tersebut.

‎"Jadi yang tidak kita bisa duga adalah kapan, di mana dan bagaimana mereka (teroris) melakukan‎," tutur mantan Kepala Staf Kepresidenan ini.

Dia pun menjelaskan bahwa sebuah operasi militer‎ sangat berbeda dengan operasi yang dilakukan aparat keamanan terhadap para pelaku teror.

"Kenapa kalau operasi militer itu menggunakan peralatan komunikasi atau gerakan lebih besar, sehingga lebih gampang atau peluang untuk memonitor lebih mudah, tapi kalau gerakan 10 orang atau lima orang tanpa alat komunikasi hanya dengan kurir itu sungguh sulit untuk melakukan operasi," ungkapnya.

Pilihan:

Motif Bom di Kawasan Sarinah Balas Dendam
(maf)
Berita Terkait
Sempat Heboh Mengaku...
Sempat Heboh Mengaku Bawa Bom, Pria di Bank Majalengka Ternyata Simpan Kabel Mainan
Bagaimana Perangkat...
Bagaimana Perangkat Elektronik Jadul Jadi Senjata Mematikan: Pelajaran dari Kasus Hizbullah
Ngeri! OTK Lempar Bom...
Ngeri! OTK Lempar Bom Molotov ke Asrama Mahasiswa di Makassar, 1 Mahasiswi Terluka
Ancaman Bom Dikirim...
Ancaman Bom Dikirim Pelaku ke 10 Sekolah di Depok via Email, Ternyata Begini Isinya
10 Sekolah di Depok...
10 Sekolah di Depok Diteror Bom, Gegana Langsung Menyisir
Rumah Ketua KPPS di...
Rumah Ketua KPPS di Pamekasan Dilempar Peledak hingga Rusak, Polisi Turun Tangan
Berita Terkini
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Pakar Hukum Sebut Kasus...
Pakar Hukum Sebut Kasus Roy Suryo Tidak Memenuhi Syarat Deponering
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved