Fahri Hamzah Endus Upaya Pecah-belah PKS seperti Golkar dan PPP
Senin, 11 Januari 2016 - 21:30 WIB
Fahri Hamzah Endus Upaya Pecah-belah PKS seperti Golkar dan PPP
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memiliki firasat ada yang ingin melemahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai oposisi pemerintah dengan pertama-tama melengserkan dirinya sebagai Wakil Ketua DPR.
Upaya tersebut menurutnya, sama dengan upaya memecah belah Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) dan menarik Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam pemerintahan.
"Kalau ada yang menganalisa bahwa upaya ini untuk menarik PKS ke pemerintahan, saya punya firasat ini sama bagaimana Partai Golkar dan PPP dipecah dan PAN ditarik dalam pemerintahan. Saya akan klarifikasi hal ini," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/1/2016).
Fahri juga mengingatkan kepada kader-kader PKS akan adanya upaya tersebut. Dia mengaku akan mengejar siapa yang bermain untuk melemahkan PKS.
"Saya kasih warning kepada seluruh kader PKS, jangan merasa aman karena kita sedang diincar. Kita harus hati-hati namun kita tetap punya harapan karena sampai hari ini kita solid. Jadi jangan main-main," tegasnya.
Menurut dia, DPP PKS tidak pernah diatur orang perorang. Pasalnya, keputusan PKS selalu dilakukan untuk kepentingan rakyat. Maka itu, tidak dibenarkan apabila elite PKS selalu mengatakan bahwa keputusan itu tergantung pada Presiden PKS Sohibul Iman.
"Pemimpin juga diikat dengan peraturan, tidak boleh seperti jaman dulu bahwa peraturan hanya untuk rakyat, sementara dia sendiri tidak," ucap Fahri.
Fahri juga mengingatkan fungsi Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS yang menurut Presiden PKS sedang ditugaskan melakukan evaluasi terhadap kader-kader PKS yang menjadi pejabat publik termasuk dirinya, adalah melanggar AD/ART partai karena BPDO tidak punya kewenangan memeriksa seperti itu.
"BPDO itu tugasnya menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap kader-kader PKS yang dianggap melanggar. Jadi tidak ada tugas BPDO melakukan evaluasi. Kalaupun dikatakan ada evaluasi, maka seharusnya yang bisa melakukan adalah fraksi," tandas Fahri.
PILIHAN:
Fraksi PKS Belum Dapat Penjelasan Soal Desakan Fahri Dicopot
Megawati Diimbau Tak Termakan Manuver Romi
Upaya tersebut menurutnya, sama dengan upaya memecah belah Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembanguan (PPP) dan menarik Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam pemerintahan.
"Kalau ada yang menganalisa bahwa upaya ini untuk menarik PKS ke pemerintahan, saya punya firasat ini sama bagaimana Partai Golkar dan PPP dipecah dan PAN ditarik dalam pemerintahan. Saya akan klarifikasi hal ini," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/1/2016).
Fahri juga mengingatkan kepada kader-kader PKS akan adanya upaya tersebut. Dia mengaku akan mengejar siapa yang bermain untuk melemahkan PKS.
"Saya kasih warning kepada seluruh kader PKS, jangan merasa aman karena kita sedang diincar. Kita harus hati-hati namun kita tetap punya harapan karena sampai hari ini kita solid. Jadi jangan main-main," tegasnya.
Menurut dia, DPP PKS tidak pernah diatur orang perorang. Pasalnya, keputusan PKS selalu dilakukan untuk kepentingan rakyat. Maka itu, tidak dibenarkan apabila elite PKS selalu mengatakan bahwa keputusan itu tergantung pada Presiden PKS Sohibul Iman.
"Pemimpin juga diikat dengan peraturan, tidak boleh seperti jaman dulu bahwa peraturan hanya untuk rakyat, sementara dia sendiri tidak," ucap Fahri.
Fahri juga mengingatkan fungsi Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS yang menurut Presiden PKS sedang ditugaskan melakukan evaluasi terhadap kader-kader PKS yang menjadi pejabat publik termasuk dirinya, adalah melanggar AD/ART partai karena BPDO tidak punya kewenangan memeriksa seperti itu.
"BPDO itu tugasnya menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap kader-kader PKS yang dianggap melanggar. Jadi tidak ada tugas BPDO melakukan evaluasi. Kalaupun dikatakan ada evaluasi, maka seharusnya yang bisa melakukan adalah fraksi," tandas Fahri.
PILIHAN:
Fraksi PKS Belum Dapat Penjelasan Soal Desakan Fahri Dicopot
Megawati Diimbau Tak Termakan Manuver Romi
(kri)