Kubu Ical Diminta Perhatikan Desakan Akbar Tanjung
Jum'at, 01 Januari 2016 - 14:34 WIB
Kubu Ical Diminta Perhatikan Desakan Akbar Tanjung
A
A
A
JAKARTA - Elite Partai Golkar diminta tidak menutup mata terhadap desakan sejumlah tokoh agar partai berlambang pohon beringin tersebut segera menggelar musyawarah nasional (munas).
Adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung salah satu tokoh yang mengusulkan Munas sebagai salah satu jalan mengakhiri konflik internal Golkar.
"Desakan Akbar Tanjung harus dicarikan solusinya agar perpecahan internal tidak semakin dalam dan melebar," kata Bendahara Umum Partai Golkar produk Munas Bali Bambang Soesatyo (Bamsoet) melalui keterangan pers yang diterima Sindonews, Jumat (1/1/2016).
(Baca juga: Akhiri Konflik, Akbar Tanjung Ingin Golkar Gelar Munas)
Namun demikian, Bambang juga mengingatkan agar kubu Munas Bali yang dipimpin duet Aburizal Bakrie (Ical) dan Idrus Marham tidak menghiraukan manuver kubu Munas Ancol.
Bambang meminta Ical dan Idrus mengabaikan manuver politik yang dilakukan Munas Ancol dan lebih fokus mencari solusi dari konflik internal Golkar.
"Siapapun tahu, Munas Bali yang diselenggarakan kepengurusan hasil Munas Riau sah dan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam AD/ART partai Golkar. Kita tidak perlu terganggu dengan manuver kelompok Ancol," ucap Bambang.
"Namun kita tentu tidak bisa begitu saja menutup mata dan telinga desakan dari para tokoh, sesepuh dan pinisepuh yang menginginkan Golkar segera bersatu. Ini barangkali pekerjaan berat duet ARB dan Idrus Marham di awal tahun 2016," imbuh Bambang.
Pilihan:
Kubu Agung Laksono: SK Dicabut, Pemerintah Tak Akui Golkar
Adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung salah satu tokoh yang mengusulkan Munas sebagai salah satu jalan mengakhiri konflik internal Golkar.
"Desakan Akbar Tanjung harus dicarikan solusinya agar perpecahan internal tidak semakin dalam dan melebar," kata Bendahara Umum Partai Golkar produk Munas Bali Bambang Soesatyo (Bamsoet) melalui keterangan pers yang diterima Sindonews, Jumat (1/1/2016).
(Baca juga: Akhiri Konflik, Akbar Tanjung Ingin Golkar Gelar Munas)
Namun demikian, Bambang juga mengingatkan agar kubu Munas Bali yang dipimpin duet Aburizal Bakrie (Ical) dan Idrus Marham tidak menghiraukan manuver kubu Munas Ancol.
Bambang meminta Ical dan Idrus mengabaikan manuver politik yang dilakukan Munas Ancol dan lebih fokus mencari solusi dari konflik internal Golkar.
"Siapapun tahu, Munas Bali yang diselenggarakan kepengurusan hasil Munas Riau sah dan sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam AD/ART partai Golkar. Kita tidak perlu terganggu dengan manuver kelompok Ancol," ucap Bambang.
"Namun kita tentu tidak bisa begitu saja menutup mata dan telinga desakan dari para tokoh, sesepuh dan pinisepuh yang menginginkan Golkar segera bersatu. Ini barangkali pekerjaan berat duet ARB dan Idrus Marham di awal tahun 2016," imbuh Bambang.
Pilihan:
Kubu Agung Laksono: SK Dicabut, Pemerintah Tak Akui Golkar
(maf)