Saran Rizal Ramli ke Jokowi Soal Reshuffle Kabinet
Senin, 28 Desember 2015 - 16:21 WIB
Saran Rizal Ramli ke Jokowi Soal Reshuffle Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Isu perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja rezim Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) semakin santer terdengar.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengingatkan, agar Presiden Jokowi dapat memilih sendiri nama tokoh dan ahli yang akan dicomotnya untuk menjadi pembantu di pemerintahan.
Jokowi diminta tak lagi meladeni permintaan sejumlah elite yang menginginkan agar orang-orangnya disisipkan dalam kabinet.
"Reshuffle itu urusan presiden, bukan urusan Rizal Ramli atau yang lain. Kami hanya mengusulkan agar reshuffle yang kedua ini presiden memilih sendiri tokoh-tokoh atau ahli-ahli untuk jadi menteri," kata Rizal di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (28/12/2015).
Pasalnya, dalam sembilan bulan pertama, orang-orang yang masuk dalam jajaran kabinet lebih banyak orang 'titipan' sejumlah elite. Hal ini terbukti, dalam sembilan bulan pertama pemerintahan Jokowi belum ada arah yang jelas.
"Sembilan bulan pertama kabinet Jokowi, mohon maaf yang milih itu banyakan orang lain. Presiden itu hanya memilih dua orang setahu saya. Pak Pratikno sama Pak Andrinof. Dan kita ketahui sembilan bulan pertama enggak jelas arahnya," ungkap dia.
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menambahkan, Presiden Jokowi baru memilih sendiri orang-orangnya untuk masuk dalam Kabinet Kerja saat terjadi reshuffle kabinet jilid I pada 12 Agustus 2015.
"Ada Pak Luhut (Menko Polhukam-Luhut Binsar Panjaitan), ada saya (Menko bidang Kemaritiman-Rizal Ramli), ada Pak Darmin (Menko bidang Perekonomian-Darmin Nasution), ada Pak Pram (Sekretaris Kabinet-Pramono Anung) dan kelihatan ada arah, ada greget. Dan ekonomi kita yang sudah mulai merosot, terakhir sudah mulai baik walaupun masih pelan," tandasnya.
Pilihan:
Jika Tak Propansus, Jokowi-JK 'Bermain' di Skandal Pelindo & Freeport
Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengingatkan, agar Presiden Jokowi dapat memilih sendiri nama tokoh dan ahli yang akan dicomotnya untuk menjadi pembantu di pemerintahan.
Jokowi diminta tak lagi meladeni permintaan sejumlah elite yang menginginkan agar orang-orangnya disisipkan dalam kabinet.
"Reshuffle itu urusan presiden, bukan urusan Rizal Ramli atau yang lain. Kami hanya mengusulkan agar reshuffle yang kedua ini presiden memilih sendiri tokoh-tokoh atau ahli-ahli untuk jadi menteri," kata Rizal di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (28/12/2015).
Pasalnya, dalam sembilan bulan pertama, orang-orang yang masuk dalam jajaran kabinet lebih banyak orang 'titipan' sejumlah elite. Hal ini terbukti, dalam sembilan bulan pertama pemerintahan Jokowi belum ada arah yang jelas.
"Sembilan bulan pertama kabinet Jokowi, mohon maaf yang milih itu banyakan orang lain. Presiden itu hanya memilih dua orang setahu saya. Pak Pratikno sama Pak Andrinof. Dan kita ketahui sembilan bulan pertama enggak jelas arahnya," ungkap dia.
Mantan Menko bidang Perekonomian ini menambahkan, Presiden Jokowi baru memilih sendiri orang-orangnya untuk masuk dalam Kabinet Kerja saat terjadi reshuffle kabinet jilid I pada 12 Agustus 2015.
"Ada Pak Luhut (Menko Polhukam-Luhut Binsar Panjaitan), ada saya (Menko bidang Kemaritiman-Rizal Ramli), ada Pak Darmin (Menko bidang Perekonomian-Darmin Nasution), ada Pak Pram (Sekretaris Kabinet-Pramono Anung) dan kelihatan ada arah, ada greget. Dan ekonomi kita yang sudah mulai merosot, terakhir sudah mulai baik walaupun masih pelan," tandasnya.
Pilihan:
Jika Tak Propansus, Jokowi-JK 'Bermain' di Skandal Pelindo & Freeport
(dam)