Kasus Freeport, IPW Desak Polri Periksa Ipar dan Keponakan JK
Kamis, 24 Desember 2015 - 15:39 WIB
Kasus Freeport, IPW Desak Polri Periksa Ipar dan Keponakan JK
A
A
A
JAKARTA - Skandal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia terus mengait-ngaitkan sejumlah pihak. Baru-baru ini terungkap ke publik soal pertemuan Aksa Mahmud dan Erwin Aksa yang tidak lain adalah ipar dan keponakan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dengan pemilik Freeport McMoran, James Moffet atau Jim Bob.
Terkait hal itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri memanggil dua anggota keluarga JK tersebut untuk dimintai keterangan. Pasalnya, pertemuan dilakukan di tengah kegaduhan politik menyangkut perpanjangan kontrak Freeport.
"Ini sejak kasus Papa Minta Saham ramai dibicarakan di dunia maya, sekarang giliran tudingan masyarakat terhadap JK bahwa keluarganya juga ikut terlibat dalam urusan perpanjangan kontrak Freeport," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam siaran persnya, Kamis (24/12/2015).
"Ini akan menimbulkan kegaduhan yang bisa mengarah pada konflik. Untuk itu saya minta Polri turun tangan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif. Polri bisa melakukan tindakan preventif agar ini tidak meluas dan menimbulkan konflik," imbuhnya.
Menurut Neta, Polri harus bergerak cepat untuk meminta keterangan dari pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini.
"Kan ada SE Kapolri tentang ujaran kebencian dan sekarang semua pihak saling tuduh baik di media maupun sosial media. Nah polisi harusnya memeriksa mana dari tuduhan itu yang benar dan mana yang tidak," ucapnya.
"Periksa semua pihak yang terlibat. Kalau yang menuduh JK terlibat maka harus diperiksa dan kalau tuduhan itu benar maka polisi harus menindaklanjutinya," paparnya.
Jangan sampai kata Neta, kasus perpanjangan kontrak PT Freeport hanya menyasar kepada mantan Ketua DPR Setya Novanto, dan menjadikan politikus Partai Golkar tersebut sebagai korban.
"Jangan sampai Setya Novanto isu berkembang di masyarakat yang bisa menimbulkan kegaduhan, bahwa dirinya istilahnya dijadikan korban yang dimakan oleh 'Buaya' karena mengganggu waktu makan 'buaya' dan berupaya merebut bangkai dari mulut 'buaya' yang sedang menyantapnya," ungkapnya.
"Kalau ini yang terjadi, maka polisi juga punya kewenangan memeriksa ipar dan keponakan Jusuf Kalla. Nanti ketahuan apakah pertemuan mereka dengan Jim Bob itu dalam rangka meminta saham juga atau lainnya. Kalau tidak diperiksa ya mana kita tahu. Setya Novanto saja diperiksa oleh DPR kan," pungkas Neta.
Pilihan:
Alasan Yusril Mundur sebagai Kuasa Hukum RJ Lino
Terkait hal itu, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polri memanggil dua anggota keluarga JK tersebut untuk dimintai keterangan. Pasalnya, pertemuan dilakukan di tengah kegaduhan politik menyangkut perpanjangan kontrak Freeport.
"Ini sejak kasus Papa Minta Saham ramai dibicarakan di dunia maya, sekarang giliran tudingan masyarakat terhadap JK bahwa keluarganya juga ikut terlibat dalam urusan perpanjangan kontrak Freeport," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam siaran persnya, Kamis (24/12/2015).
"Ini akan menimbulkan kegaduhan yang bisa mengarah pada konflik. Untuk itu saya minta Polri turun tangan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif. Polri bisa melakukan tindakan preventif agar ini tidak meluas dan menimbulkan konflik," imbuhnya.
Menurut Neta, Polri harus bergerak cepat untuk meminta keterangan dari pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini.
"Kan ada SE Kapolri tentang ujaran kebencian dan sekarang semua pihak saling tuduh baik di media maupun sosial media. Nah polisi harusnya memeriksa mana dari tuduhan itu yang benar dan mana yang tidak," ucapnya.
"Periksa semua pihak yang terlibat. Kalau yang menuduh JK terlibat maka harus diperiksa dan kalau tuduhan itu benar maka polisi harus menindaklanjutinya," paparnya.
Jangan sampai kata Neta, kasus perpanjangan kontrak PT Freeport hanya menyasar kepada mantan Ketua DPR Setya Novanto, dan menjadikan politikus Partai Golkar tersebut sebagai korban.
"Jangan sampai Setya Novanto isu berkembang di masyarakat yang bisa menimbulkan kegaduhan, bahwa dirinya istilahnya dijadikan korban yang dimakan oleh 'Buaya' karena mengganggu waktu makan 'buaya' dan berupaya merebut bangkai dari mulut 'buaya' yang sedang menyantapnya," ungkapnya.
"Kalau ini yang terjadi, maka polisi juga punya kewenangan memeriksa ipar dan keponakan Jusuf Kalla. Nanti ketahuan apakah pertemuan mereka dengan Jim Bob itu dalam rangka meminta saham juga atau lainnya. Kalau tidak diperiksa ya mana kita tahu. Setya Novanto saja diperiksa oleh DPR kan," pungkas Neta.
Pilihan:
Alasan Yusril Mundur sebagai Kuasa Hukum RJ Lino
(maf)