Politikus PDIP Masinton Pasaribu Sebut JK Sumber Kegaduhan

Minggu, 20 Desember 2015 - 16:10 WIB
Politikus PDIP Masinton...
Politikus PDIP Masinton Pasaribu Sebut JK Sumber Kegaduhan
A A A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu menilai Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) sebagai pusat kegaduhan pemerintah belakangan ini.

‎Kegaduhan yang dimaksud mulai dari proyek listrik 35 ribu watt, penggeledahan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri terhadap ruangan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II RJ Lino yang berujung pada pergeseran jabatan Komjen Budi Waseso dari Kabareskrim ke Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), serta kisruh perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

‎"Epicentrum kegaduhan di wapres, titik kegaduhannya di wapres," kata Masinton dalam sebuah diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/12/2015).

Adapun mengenai kasus dugaan korupsi Pelindo II, JK dinilai mem-backingi RJ Lino. Sebab, dari Seoul, Korea Selatan, JK telah menelepon Budi Waseso sebagai Kabareskrim Polri saat itu, meminta agar kebijakan koorporasi tidak boleh dipidanakan.

Kemudian kata Masinton, keluarga JK bertemu bos PT Freeport Jim Bob alias James R Moffet di Kantor Bosowa, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Adapun keluarga JK yang bertemu James R Moffet adalah Aksa Mahmud Jusuf yang merupakan ipar dari JK dan Erwin Aksa selaku keponakan JK.

"Kenapa saya bilang epicentrumnya di wapres, karena ada aspek kepentingan bisnis, kekuasaan jangan dicampur adukan dengan bisnis, jabatan publik jangan digunakan untuk bisnis," tuturnya.

Dirinya pun mengingatkan JK untuk melihat kasus jatuhnya kekuasaan Soeharto. ‎"Soeharto jatuh ketika anak-anaknya mulai berbisnis, menggunakan otoritas kekuasaan orangtuanya untuk kepentingan bisnis anak-anaknya‎‎," tutur Masinton.

Masinton menceritakan, bahwa saat JK dipasangkan dengan Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, PDIP sempat mempertanyakan JK. Pertanyaannya, apakah jika terpilih nantinya, JK akan menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan bisnisnya. Lebih lanjut dia mengungkapkan, PDIP pun akan mempertanyakan janji JK tersebut.

"Dia bilang saat itu saya ini sudah tua, saya juga sudah pernah jadi wapres, saya ini ingin mengabdi pada bangsa, saya tidak akan menggunakan jabatan itu untuk kepentingan bisnis," tutur Masinton menirukan JK saat itu.

Pilihan:

Surat Terbuka Anak Ongen Klarifikasi Foto Jokowi-Nikita Mirzani

Jaksa Agung Sebut Skandal Freeport Ibarat Bubur Panas
(maf)
Berita Terkait
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Reshuffle Kabinet Diyakini...
Reshuffle Kabinet Diyakini Mampu Genjot Kinerja
Persepi Sebut Opini...
Persepi Sebut Opini Publik Tak Sepenuhnya Jadi Ukuran Kinerja Kementerian
Perombakan Kabinet Dinilai...
Perombakan Kabinet Dinilai Masih Menunjukkan Politik Transaksional
Perbaiki Kinerja Kabinet,...
Perbaiki Kinerja Kabinet, Relawan Jokowi Dorong Reshuffle
Reshuffle Kabinet Harus...
Reshuffle Kabinet Harus Berbasis Kinerja, Bukan Letupan Politik
Berita Terkini
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Infografis
Mantan Panglima Militer...
Mantan Panglima Militer Israel Sebut Netanyahu Musuh Zionis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved