Jokowi Minta TNI Kurangi Ketergantungan Impor Alutsista

Rabu, 16 Desember 2015 - 17:05 WIB
Jokowi Minta TNI Kurangi...
Jokowi Minta TNI Kurangi Ketergantungan Impor Alutsista
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, bahwa ketergantungan terhadap impor kebutuhan pertahanan nasional harus dikurangi, untuk mewujudkan kemandirian pertahanan.Hal itu dikatakan Jokowi saat memberikan pengarahannya kepada peserta Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun Anggaran 2016 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/12/2015).Dalam rapat itu, hadir pula Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Agus Supriatna‎, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi serta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.‎"Kita harus mewujudkan kemandirian pertahanan yang mengurangi ketergantungan kepada impor kebutuhan pertahanan melalui ‎pengembangan industri pertahanan nasional kita‎," ujar Presiden Jokowi.Lebih lanjut dia mengatakan, upaya postur pertahanan TNI yang semakin kokoh harus dibangun. Kemudian, alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang semakin lengkap atau semakin modern.‎"Modernisasi teknologi pertahanan harus dilakukan untuk mengimbangi kemajuan zaman," ucap Jokowi.Rapim TNI tahun anggaran 2016 itu diikuti 182 perwira tinggi TNI. Selain itu, hadir pula Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi serta Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.Diketahui, belum lama ini Presiden Jokowi menolak rencana pembelian helikopter AgustaWesland AW101 yang diusulkan KSAU Marsekal Agus Supriatna.Penolakan itu merupakan hasil rapat kabinet terbatas mengenai alutsista TNI di kantor Presiden, Jakarta,‎ Kamis 3 Desember 2015. Helikopter AgustaWestland AW101 merupakan buatan pabrikan Inggris-Italia.Salah satu alasannya karena Presiden Jokowi menganggap helikopter kepresidenan saat ini, Super Puma masih bisa digunakan secara maksimal. Alasan kedua, dalam kondisi keuangan negara saat ini pembelian helikopter AgustaWestland dianggap terlalu mahal.Pilihan:Jaksa Agung Ogah Turuti Keinginan Luhut Pinjam Rekaman Freeport
(maf)
Berita Terkait
Panglima TNI Tinjau...
Panglima TNI Tinjau dan Uji Senjata Produk PT. Pindad
Enam Rafale dan A-400M...
Enam Rafale dan A-400M Resmi Perkuat Alutsista TNI
Menyiapkan Drone untuk...
Menyiapkan Drone untuk Kekuatan Masa Depan TNI
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Amankan KTT ASEAN, TNI-Polri...
Amankan KTT ASEAN, TNI-Polri Siagakan Alutsista
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved