PAN Endus Kongkalikong dalam Perpanjangan Kontrak Freeport
Sabtu, 12 Desember 2015 - 12:25 WIB
PAN Endus Kongkalikong dalam Perpanjangan Kontrak Freeport
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menyebut ada petinggi republik ini yang kongkalikong dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia. Hal itu tampak dalam kasus papa minta saham yang kini mencuat di tengah publik.
"Ada pihak yang sengaja menggunakan momentum ini sebagai jalan memperpanjang kontrak PT Freeport," kata Yandri dalam diskusi Polemik Sindotrijaya di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/12/2015).
Anggota Komisi II DPR itu mengingatkan agar publik tidak terkecoh dengan isu yang kini mencuat. Menurutnya, mencuatnya kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu hendaknya dijadikan momentum untuk menasionalisasi Freeport.
"Isu sekarang ini sangat bagus, jadi perhatian publik. Jadikan momentum bersatu, itu kekayaan kita. Rakyat, penguasa, politisi, kita jadikan untuk ambil alih Freeport sebagai sumber kekayaan kita," pungkas Yandri.
PILIHAN:
Jaksa Agung Lantik Pejabat Eselon II Kejagung dan Kajati
Tolak Beri Rekaman Asli, Maroef Dinilai Pakai Politik Adu Domba
"Ada pihak yang sengaja menggunakan momentum ini sebagai jalan memperpanjang kontrak PT Freeport," kata Yandri dalam diskusi Polemik Sindotrijaya di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/12/2015).
Anggota Komisi II DPR itu mengingatkan agar publik tidak terkecoh dengan isu yang kini mencuat. Menurutnya, mencuatnya kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden dalam perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu hendaknya dijadikan momentum untuk menasionalisasi Freeport.
"Isu sekarang ini sangat bagus, jadi perhatian publik. Jadikan momentum bersatu, itu kekayaan kita. Rakyat, penguasa, politisi, kita jadikan untuk ambil alih Freeport sebagai sumber kekayaan kita," pungkas Yandri.
PILIHAN:
Jaksa Agung Lantik Pejabat Eselon II Kejagung dan Kajati
Tolak Beri Rekaman Asli, Maroef Dinilai Pakai Politik Adu Domba
(kri)