Pilkada Serentak, Money Politics Masih Marak

Rabu, 09 Desember 2015 - 20:40 WIB
Pilkada Serentak, Money...
Pilkada Serentak, Money Politics Masih Marak
A A A
JAKARTA - Praktik politik uang alias money politics masih marak terjadi di perhelatan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2015 yang digelar hari ini.Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia menemukan praktik itu di sejumlah daerah, diantaranya di Kabupaten Boyolali, Sragen, Klaten, Semarang, Provinsi Jawa Tengah serta di Maluku Utara.‎"Sebagai contoh di Boyolali banyak ditemukan adanya salinan C6 yang dibagikan ke pemilih beserta dengan sejumlah uang Rp15.000-Rp30.000 pun ditemukan operasi tangkap tangan pelaku politik uang pada H-1 oleh salah satu Timses di Klaten, Dukuh Pulon, Desa Malangan, Kecamatan Tulung," kata anggota KIPP Indonesia Girindra Sandino ‎dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Rabu (9/12/2015).Adapun di Semarang terjadi di Kelurahan Pedurungan Kidul. Hal demikian disebabkan ketidakpastian hukum. "Seharusnya hal penegakan hukum ini sudah selesai di Sentra Gakumdu antara Bawaslu dengan penegakkan hukum," ucap Girindra.(Baca juga: Fahri Hamzah Sebut Jangan Ada Pergantian Kekuasaan Sampai 2019)Kemudian, KIPP Indonesia juga menemukan persoalan lainnya. Diantaranya, ‎rendahnya partisipasi politik. Berdasarkan laporan KIPP daerah yang diterima KIPP Indonesia, kehadiran pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di bawah 50 persen,"Sebagai contoh Tangerang Selatan, Depok, Cianjur, Semarang, Klaten, Sragen, Sukoharjo, Boyolali, Sragen, Kodya Solo, Maluku Utara, Wonogiri, daerah lain masih menunggu laporan," tuturnya.Sebagaimana prediksi KIPP Indonesia, H-2, hal ini disebabkan oleh sempitnya ruang gerak sosialisasi atau kampanye pasangan calon, sehingga fasilitasi KPU untuk sosialisasi dan kampanye ini menjadi boomerang untuk peningkatan partisipasi publik.Selain itu, ‎mengenai penundaan Pilkada Serentak di lima daerah, Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Siantar, Fakfak Papua, Kota Manado."Hal ini memerlukan tranparansi penyelenggara dalam hal ini KPU pada setiap tahapan, khususnya tahap pencalonan sehingga dapat memberikan informasi secara utuh untuk meyakinkan publik dan sebagai pelaksanaan prinsip kecermatan dan kehati-hatian, serta profesionalitas penyelenggara," ucapnya.Kendati demikian, ‎KIPP Indonesia menyampaikan pelaksanaan Pilkada Serentak yang digelar hari ini berjalan lancar, aman, kondusif, dan tertib pada tahap pemungutan suara.Pilihan:Musisi Kondang Iwan Fals Ikut Komentar Skandal Freeport
(maf)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
Menteri Yandri Terbukti...
Menteri Yandri Terbukti Bantu Kemenangan Istri, Pilkada Serang Diulang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved