Menko Polhukam: Presiden Pantas Marah!

Selasa, 08 Desember 2015 - 20:48 WIB
Menko Polhukam: Presiden...
Menko Polhukam: Presiden Pantas Marah!
A A A
BOGOR - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan menilai‎ Joko Widodo (Jokowi) pantas marah dalam menyikapi kasus dugaan pencatutan nama Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport. Jokowi Tak Masalah Dibilang Gila ketimbang Disebut Minta Saham)

"Presiden pantas lah marah," kata Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/12/2015).

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini pun mengungkapkan keinginannya agar Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) meminta keterangannya.

"Saya sudah minta supaya saya diundang, saya mau menjelaskan juga bahwa saya tidak pernah terlibat dalam masalah itu," kata Luhut.(Baca juga: Menko Polhukam Mengaku Senang Bila Dipanggil MKD)

Dia pun mengaku menanti-nanti keputusan yang akan diambil oleh MKD atas kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam perpanjangan kontrak PT Freeport.

"Semua kajian yang kami berikan kepada Presiden adalah tidak setuju dilakukan perpanjangan PT Freeport sebelum 2019. Itu tertulis dalam memo yang saya tulis dan dua kali paparan saya kepada Presiden. Itu sikap kami. Jadi tidak ada polemik mengenai itu, jelas posisinya," tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi mengungkapkan kemarahannya atas kasus pencatutan nama dirinya. Dengan tangan gemetar, Jokowi menegaskan tidak terima namanya dicatut.

"Saya enggak apa-apa dikatain presiden gila, presiden sarap, presiden koppig (keras kepala), enggak apa-apa, tapi kalau sudah menyangkut wibawa mencatut meminta saham 11% itu yang saya enggak mau, enggak bisa, ini masalah kepatutan, kepantasan, moralitas, itu masalah wibawa negara. ‎Sudah cukup‎," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin 7 Desember 2015.


PILIHAN:


Setya Novanto Merasa Dicitrakan Seperti Penjahat
(dam)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved