Gagal Kelola Energi, Sudirman Dinilai Pantas Direshuffle

Selasa, 08 Desember 2015 - 04:09 WIB
Gagal Kelola Energi,...
Gagal Kelola Energi, Sudirman Dinilai Pantas Direshuffle
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dinilai patut dicopot dalam reshuffle Kabinet Kerja jilid II yang kian santer berhembus.

Pasalnya, dengan terbukanya kasus pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto di MKD, membuktikan bahwa Sudirman Said telah lalai dalam tugasnya mengelola energi untuk kesejahteraan rakyat.

"Dengan adanya kasus Freeport, Sudirman Said terlepas dia ingin menjadi pahlawan atas tertuduh Setya Novanto juga harus dilihat bahwa Sudirman Said gagal dalam pengelolaan energi yang berbasis kepentingan masyarakat dan negara," ujar Ketua Aliansi Masyarakat untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Tedy Wibisono kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/12/2015).

Tedy mengakui bahwa, praktik pengambilan keuntungan di PT Freeport Indonesia oleh sejumah elite telah terjadi selama bertahun-tahun, dan itu jauh sebelum kasus di MKD ramai diberitakan. Namun sebagai Menteri ESDM, Sudirman haruslah memastikan bahwa praktik tersebut tidak lagi terjadi.

"Praktik di Freeport itu praktik yang sudah bertahun, cuma ada orang yang mau nyoba nyuri atau nyatut. Tapi, secara umum paradigma kita, seharusnya dia (Sudirman Said) memegang teguh bahwa kekayaan alam harus untuk kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, lanjut Tedy, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga harus dievaluasi karena faktanya, BUMN tidak memberikan keuntungan ke negara. Padahal, dalam kondisi perekonomian yang sulit seharusnya BUMN dapat memberikan pemasukan yang besar kepada negara.

"Total aset yang ada di BUMN Rp2.400 triliun, yang diaragkan ke negara Rp30 triliun. Itu belum tercapai, padahal seharusnya saat ekonomi lagi sulit," tegasnya.

Kemudian, dia menambahkan, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara juga perlu dievaluasi terkait molornya program digitalisasi dan frekuensi. Namun demikian, dia mengakui bahwa reshuffle menjadi hak prerogatif presiden. Tapi, pihaknya memberikan sejumlah masukan mengenai kinerja para menteri dalam Kabinet Kerja.

"Reshuffle itu pribadi presiden, andaikata penting itu bagaimana mengevaluasi," tutupnya.

PILIHAN:
Setya Novanto Merasa Dicitrakan Seperti Penjahat

Enam Bantahan Setya Novanto Atas Laporan Sudirman Said
(kri)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Berdaya Hadapi Mafia Pasar
JK Serukan Lawan Mafia...
JK Serukan Lawan Mafia Tanah: Saya Ini Korban!
Ungkap Mafia Migor Jadi...
Ungkap Mafia Migor Jadi Penyebab Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Meningkat
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
Berita Terkini
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Pemerintah Evaluasi...
Pemerintah Evaluasi Program Prioritas, Bakom RI: Waspadai Disinformasi
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved