Pansus Pelindo II Pertanyakan Apa Lagi yang Ingin Dijual BUMN kepada Asing

Sabtu, 05 Desember 2015 - 05:15 WIB
Pansus Pelindo II Pertanyakan...
Pansus Pelindo II Pertanyakan Apa Lagi yang Ingin Dijual BUMN kepada Asing
A A A
JAKARTA - Sejumlah anggota Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II DPR mempertanyakan alasan Menteri BUMN Rini Soemarno membiarkan Dirut Pelindo II RJ Lino memperpanjang kerja sama pengelolaan Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan Hutchinson Port Holding (HPH), sebuah perusahaan asal Hong Kong.

Padahal, Pansus menilai anak bangsa sendiri yang selama ini menjadi pekerja, seharusnya diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk dapat mengelola dan mengoprerasikan sendiri perusahaan yang bergerak di bidang bongkar muat di pelabuhan itu.

Salah satu Anggota Pansus Pelindo II DPR yang mempertanyakan hal tersebut adalah, Nurdin Tampubolon.

Menurutnya, Menteri BUMN seharusnya memberikan kesempatan pengelolaan Pelindo II kepada anak bangsa. Namun justru ada keinginan dari BUMN membuka konsesi lagi untuk Pelindo I, II, III, dan IV.

"Kenapa ibu (Rini Soemarno) biarkan dengan adanya perpanjangan kepada asing, bahkan mau merambah lagi kepada Pelindo I, hingga IC, lalu mana lagi yang anda mau jual?," tanya Nurdin, dalam rapat di ruang rapat Pansus C, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat malam 4 Desember 2015.

Menanggapi pertanyaan Nurdin, jawaban Rini terdengar sedikit bernada kesal. Pasalnya menurut dia, pihaknya sebagai menteri juga memikirkan yang baik untuk bangsa.

"Pelabuhan kita ini banyak tidak dapat menerima kapal besar, dimana kapal-kapal besar berhenti dulu ke Singapura, sehingga distination dapat langsung datang, setelah kita mampu melakukan secara profesional," ucap Rini.

Jawaban Rini tersebut mengundang pernyataan sikap dari anggota Pansus lainnya, Masinton Pasaribu.

Menurut dia, Rini memang berniat mengobral aset negara ke asing. Buktinya, kata Masinton, Rini pernah mengirim surat ke Kementerian Sekretaris Negara pada Juni 2015, meminta agar pelabuhan tidak lagi diwajibkan mendapat konsesi bila dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

"Ini artinya supaya aset negara bisa dengan mudah diobral. Tanpa ada kajian. Pernah anda mengkaji bagaimana kalau pelabuhan kita tak diserahkan ke asing? Pernah tidak? Kok enaknya mengobral," tegas Masinton.
(sms)
Berita Terkait
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Setelah Sikat Pungli,...
Setelah Sikat Pungli, Pelindo II Siapkan 6 Jurus Babat Suap
Mantan Dirut Pelindo...
Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino Kembali Diperiksa Kejagung
Wakil Dirut PT JICT...
Wakil Dirut PT JICT Diperiksa terkait Dugaan Korupsi di Pelindo II
Kasus Korupsi Pelindo...
Kasus Korupsi Pelindo II, Kejagung Periksa Presdir JICT
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Berita Terkini
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
PTUN Jakarta Kabulkan...
PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Pegawai Kemenham ke Natalius Pigai
Polisi Tetapkan 32 Tersangka...
Polisi Tetapkan 32 Tersangka Kasus Dugaan Haji Ilegal, Kerugian Rp116 Miliar
Inovasi AI Sampah Semarang...
Inovasi AI Sampah Semarang Raih Guangzhou Award 2026
Reaksi Praperadilan...
Reaksi Praperadilan Roy Suryo, Ade Darmawan: Jangan Senang Dulu, Pokok Perkara Tidak Gugur
Infografis
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved