Kepemimpinan Rini Sebagai Menteri BUMN Dipertanyakan

Sabtu, 05 Desember 2015 - 01:28 WIB
Kepemimpinan Rini Sebagai...
Kepemimpinan Rini Sebagai Menteri BUMN Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Kepemimpinan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dipertanyakan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Pelindo II. Pasalnya, Rini telah menyerahkan pengawasan perpanjangan kontrak antara Jakarta International Container Terminal (JICT) dan Hutchinson Port Holding (HPH) kepada dewan komisaris dan direksi PT Pelindo II.

Hal tersebut terungkap dalam pernyataan Rini Soemarno dalam rapat Pansus Pelindo II. Rini menyerahkan pengawasannya kepada para pemegang saham yakni dewan komisaris sesuai surat 9 Juni 2015 yang dikeluarkan Menteri BUMN Rini Soemarno tentang surat prinsip permintaan izin konsesi tersebut.

"Ibu seolah-olah menyerahkan tanggung jawab ibu kepada dewan komisaris, kenapa sebagai seorang menteri yang membawahi BUMN, tidak ada suatu ke publik tidak bertindak apa-apa," tanya anggota Pansus Nurdin Tampubolon dalam rapat di ruang rapat Pansus C, Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (4/12/2015).

"Padahal aset negara. Bagaimana pun seorang menteri kami tahu kami mengetahui, lalu kenpa dibiarkan?" sambungnya.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Rini pun mengatakan, dalam pengeluaran surat izin prinsip atas permintaan perpanjangan konsesi pada 9 Juni 2015, dirinya hanya memberikan pendapat agar dewan komisaris dan direksi tetap memperhatikan surat Menteri Perhubungan.

"Kami memproses semua ini. Ada orang-orang yang membantu kami, bahwa pada dasarnya menekankan kepada direksi untuk memperhatikan surat yang dilemparkan menteri perhubungan, dan pendapat dari Jamdatun (Kejaksaan Agung) dimana mereka bisa melakukan perpanjangan konsesi," jelasnya.

Mendapat jawaban dari Rini, Nurdin pun menjelaskan bahwasannya surat yang dikeluarkan Jamdatun Kejaksaan Agung tidak dapat menjadikan legal standing untuk melakukan perpanjangan konsesi tersebut.

"Kalau seperti ini cara ibu memimpin tentu ini akan menjadi preseden buruk, karena fungsi pengawasan anda tidak peka dalam kondisi ini, dimana ada dugaan kerugian terilunan atas sikap ibu ini," tandasnya.

PILIHAN:

Luhut Tegaskan, Jokowi Tak Pernah Restui Sudirman Lapor ke MKD

Janji Bos Freeport Indonesia di Depan MKD DPR
(hyk)
Berita Terkait
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Setelah Sikat Pungli,...
Setelah Sikat Pungli, Pelindo II Siapkan 6 Jurus Babat Suap
Mantan Dirut Pelindo...
Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino Kembali Diperiksa Kejagung
Wakil Dirut PT JICT...
Wakil Dirut PT JICT Diperiksa terkait Dugaan Korupsi di Pelindo II
Kasus Korupsi Pelindo...
Kasus Korupsi Pelindo II, Kejagung Periksa Presdir JICT
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
5 Bank BUMN Diguyur...
5 Bank BUMN Diguyur Rp200 Triliun, Segini Rincian Porsinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved