Istana Sebut Sidang MKD DPR Hiperbola

Jum'at, 04 Desember 2015 - 11:31 WIB
Istana Sebut Sidang...
Istana Sebut Sidang MKD DPR Hiperbola
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memantau proses sidang etik ‎Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR kasus dugaan pencatutan namyan dalam perpanjangan kontrak Freeport.

Sekretaris Kabinet (Sekab) Pramono Anung Wibowo mengakui ada beberapa bersifat hiperbola (berlebihan) dalam persidangan tersebut. Meskipun, kata dia ada beberapa bersifat fakta.

"‎Presiden memantau, mengikuti dengan seksama, karena beberapa kali kami juga berdiskusi dan melaporkan perkembangan di MKD kepada Bapak Presiden. Dan dari permbicaraan yang ada memang ada beberapa hal bersifat fakta, tetapi ada juga yang bersifat hiperbola,"‎ ujar Pramono, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (4/12/2015).

Dia mengakui persidangan di MKD menjadi perhatian publik. Maka itu, pihaknya juga menunggu perkembangan hasil sidang MKD. "Tetapi, karena MKD sedang berjalan, presiden betul-betul menunggu, karena sekarang ini sudah sangat terbuka," ucapnya.

Baca: Pertemuan dengan Setya Novanto, Bos Freeport Sebut Kepentingan Bisnis.
(kur)
Berita Terkait
Pertamina Berbenah Dinilai...
Pertamina Berbenah Dinilai Bikin Mafia Migas Gerah
Pertamina Tak Perlu...
Pertamina Tak Perlu Gentar Hadapi Gugatan Mozambik
Babak Baru Mafia Migas:...
Babak Baru Mafia Migas: Mendorong Tersangka Riza Chalid Dipulangkan ke Indonesia
IPO Pertamina Berpotensi...
IPO Pertamina Berpotensi Cegah Mafia Migas
Berantas Mafia Migas,...
Berantas Mafia Migas, Pertamina Butuh Dukungan Semua Pihak
KNPI: Selamatkan Pertamina...
KNPI: Selamatkan Pertamina dari Cengkeraman Mafia Migas!
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
Riwayat Pendidikan Ahmad...
Riwayat Pendidikan Ahmad Sahroni, Anggota DPR yang Jadi Sorotan Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved