Rachel Maryam Ingin Presiden Gunakan Helikopter Buatan Lokal

Senin, 30 November 2015 - 15:27 WIB
Rachel Maryam Ingin...
Rachel Maryam Ingin Presiden Gunakan Helikopter Buatan Lokal
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui TNI Angkatan Udara (AU) diminta mempertimbangkan memilih helikopter produk dalam negeri untuk helikopter kepresidenan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi I DPR Rachel Maryam Sayidina menanggapi rencana pembelian helikopter tipe AW101 buatan AgustaWestland buatan perusahaan Italia dan Inggris.

Pemerintah berencana membeli pesawat helikopter tersebut untuk menggantikan Super Puma, helikopter kepresidenan saat ini.

Menurut Rachel, sebaiknya pemerintah mempertimbangkan menggunakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

"Saya menyarankan agar pemerintah bisa bersikap lebih bijaksana dengan membeli produk helikopter dalam negeri saja daripada membeli AW101," ujar Rachel kepada Sindonews, Senin (30/11/2015).

Dia menjelaskan, langkahnya itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan yang mengamanatkan untuk memprioritaskan penggunaan industri pertahanan dalam negeri.

Apalagi, kata Rachel, PTDI sudah memberi sinyal bahwa mereka mampu untuk membuat helikopter yang spesifikasinya tidak jauh berbeda dengan AW101.

"Tidak ada alasan lain untuk tidak menggunakan helikopter buatan PTDI," ujar anggota Fraksi Partai Gerindra ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan berpendapat, tingkat keselamatan helikopter Agusta Westland AW101 paling terbaik.

Luhut menjelaskan, pertimbangan TNI AU memilih helikopter AW101 itu karena aspek keamanannya.

"Saya sudah cek kepada ahlinya, memang Agusta itu tingkat keselamatan untuk VVIP (very very important person) adalah yang terbaik," katanya, beberapa waktu lalu.


PILIHAN:

Ini Alasan Surya Paloh Absen di Pengadilan Tipikor

Reaksi Menko Polhukam Soal Polemik Capim KPK
(dam)
Berita Terkait
Cat Ulang dan Ubah Warna...
Cat Ulang dan Ubah Warna Pesawat Kepresidenan Bukan Kebutuhan Mendesak
Heboh Biaya Pengecatan...
Heboh Biaya Pengecatan Pesawat Kepresidenan Tembus Rp2,1 Miliar. Selengkapnya di iNews Room Selasa Pukul 18.00 WIB
Pemborosan, Biaya Pengecatan...
Pemborosan, Biaya Pengecatan Pesawat Kepresidenan Diperkirakan Tembus Rp2,1 Miliar
Pesawat Kepresidenan...
Pesawat Kepresidenan Dicat Ulang, Ini Penjelasan Istana
Spesifikasi Ilyushin...
Spesifikasi Ilyushin Il-96, Pesawat Kepresidenan yang Mengantar Vladimir Putin ke Timur Tengah
Biaya Ganti Cat Pesawat...
Biaya Ganti Cat Pesawat Kepresidenan Rp2 M, Faldo Maldini: Sudah Ada di APBN
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved