Sebelum Ditangkap KPK, Ketua PTUN Medan Punya Maksud Lain

Kamis, 26 November 2015 - 18:21 WIB
Sebelum Ditangkap KPK,...
Sebelum Ditangkap KPK, Ketua PTUN Medan Punya Maksud Lain
A A A
JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan suap penanganan perkara dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut), Tripeni Irianto Putro mengaku, belum pernah memakai uang pemberian suap yang diduga pemberian advokat senior Otto Cornelis (OC) Kaligis sebagai uang konsultasi penanganan perkara.Menurut Tripeni, uang tersebut masih berada di atas meja kerjanya dan rencananya akan dikembalikan kepada OC Kaligis. Namun terlanjur petugas KPK mencokok dirinya melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).Tripeni mengklaim uang tersebut belum sempat dikembalikan lantaran menumpuknya beban perkara yang harus ditanganinya. Selain itu pada saat bersamaan, dirinya tengah memiliki jadwal untuk mengikuti pelatihan bantuan hukum pada 3-6 Juli 2015 di Bandung."Persiapan fit and proper test calon hakim tinggi 23-26 Juli yang waktunya bersamaan waktunya dengan sidang uji kewenangan tersebut," papar Tripeni saat membacakan nota pembelaan, di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).Tripeni mengatakan, uang diberikan setelah tim kuasa hukum Pemprov Sumut, yakni OC Kaligis dan M Yagari Bhastara Guntur alias Gerry melakukan konsultasi selama dua kali kepadanya.Menurut Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan ini, uang tersebut diberikan OC Kaligis melalui Gerry yang masuk ke ruangannya pada 9 Juli 2015. Tripeni mengaku menolak pemberian uang tersebut."Saya menolaknya, kemudian oleh saudara Gerry amplop diletakkan di kursi dan selanjutnya dia keluar," ungkapnya.Tripeni mengklaim, dirinya mengaku benar-benar memiliki niat untuk mengembalikan uang tersebut. Menurutnya, jika benar-benar menginginkan uang itu maka sudah barang tentu uang tersebut sudah digunakannya atau disimpan dalam bank."Tapi saya tidak melakukannya yang mulia. Padahal uang itu sebenarnya sudah ada di laci saya, lama yaitu dua bulan," tandasnya.Seperti diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Tripeni Irianto Putro dengan ancaman pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp300 juta.Tripeni dinyatakan terbukti dan meyakinkan telah menerima suap sebesar SGD5 ribu dan USD15 ribu dari OC Kaligis dalam penyelidikan perkara dana bansos Pemprov Sumut.Pilihan:Dialog Jokowi di Amerika Jadi Guyonan Netizen
(maf)
Berita Terkait
Mensos Juliari Batubara...
Mensos Juliari Batubara Menambah Jumlah Menteri yang Ditangkap KPK
Kerugian Negara Akibat...
Kerugian Negara Akibat Korupsi Bansos Jokowi Bertambah Jadi Rp250 Miliar
KPK Ungkap Isi Bansos...
KPK Ungkap Isi Bansos Presiden yang Dikorupsi dari Beras hingga Minyak Goreng
Strategi Mensos Risma...
Strategi Mensos Risma Menghindari Korupsi dalam Penyaluran Bansos
Cita Citata Siap Kembalikan...
Cita Citata Siap Kembalikan Honor Manggungnya Jika Diminta KPK
Korupsi Bansos Dibongkar...
Korupsi Bansos Dibongkar KPK: Beras Tidak Disalurkan ke Keluarga yang Berhak
Berita Terkini
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Infografis
7 Negara Tertua di Dunia,...
7 Negara Tertua di Dunia, Lahir sebelum Dunia Punya Peta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved