Saksi Pelindo Diancam, DPR Diminta Kirim Surat ke Jokowi
Kamis, 26 November 2015 - 13:21 WIB
Saksi Pelindo Diancam, DPR Diminta Kirim Surat ke Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Panitia khusus (Pansus) Pelindo II menemui pemimpin DPR untuk meminta dibuatkan surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat tersebut berisi permintaan perlindungan pada pihak-pihak yang membongkar borok yang ada di Pelindo II.
Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan, beberapa pihak khususnya karyawan Pelindo II yang datang memberikan keterangan terkait penyimpangan di Pelindo II setelah mendapat intimidasi hingga teror dari beberapa oknum tidak bertanggung jawab.
"Beberapa karyawan ditetapkan tersangka. Ada yang dipecat, mutasi dan demosi. Kalau gini terus orang enggak ada yang mau datang ke Pansus. Makanya kita ke pimpinan. Kalau memungkinkan kita ke Istana minta perlindungna negara," ujar Rieke sebelum menemui Pemimpin DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2015).
Politikus PDIP itu berharap mendapatkan perlindungan dari presiden terhadap para pihak yang berani mengungkap persoalan Pelindo. "Ini negara hukum. Jangan yang bicara benar ditangkap, ditersangkakan," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, anggota Pansus Pelindo II Masinton Pasaribu mengatakan, setelah memberikan surat ke Jokowi untuk meminta perlindungan. Pihaknya akan menyambangi PT Pelindo II.
Dia mengungkapkan, salah satu konsultan keuangan PT Pelindo II, Bahana Sekuritas yang memberikan keterangan kepada Pansus, diancam akan disomasi dan digugat oleh Pelindo II. Padahal, Bahana Sekuritas telah memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan membuktikan adanya penyimpangan di Pelindo II.
"Adanya intimidasi pertama dari PT Bahana Sekuritas yang coba di somasi digugat, mau dikasih jabatan segala macam. Itu nanti mau kita sampaikan ke presiden juga. Dan ada orang-orang yang pernah dipanggil ke Pansus, sudah mengalami teror dan intimidasi," tukas politikus PDIP ini.
Baca: Pansus Pelindo II Siap Hadapi Kekuatan Besar.
Ketua Pansus Pelindo II Rieke Diah Pitaloka mengungkapkan, beberapa pihak khususnya karyawan Pelindo II yang datang memberikan keterangan terkait penyimpangan di Pelindo II setelah mendapat intimidasi hingga teror dari beberapa oknum tidak bertanggung jawab.
"Beberapa karyawan ditetapkan tersangka. Ada yang dipecat, mutasi dan demosi. Kalau gini terus orang enggak ada yang mau datang ke Pansus. Makanya kita ke pimpinan. Kalau memungkinkan kita ke Istana minta perlindungna negara," ujar Rieke sebelum menemui Pemimpin DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2015).
Politikus PDIP itu berharap mendapatkan perlindungan dari presiden terhadap para pihak yang berani mengungkap persoalan Pelindo. "Ini negara hukum. Jangan yang bicara benar ditangkap, ditersangkakan," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, anggota Pansus Pelindo II Masinton Pasaribu mengatakan, setelah memberikan surat ke Jokowi untuk meminta perlindungan. Pihaknya akan menyambangi PT Pelindo II.
Dia mengungkapkan, salah satu konsultan keuangan PT Pelindo II, Bahana Sekuritas yang memberikan keterangan kepada Pansus, diancam akan disomasi dan digugat oleh Pelindo II. Padahal, Bahana Sekuritas telah memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan membuktikan adanya penyimpangan di Pelindo II.
"Adanya intimidasi pertama dari PT Bahana Sekuritas yang coba di somasi digugat, mau dikasih jabatan segala macam. Itu nanti mau kita sampaikan ke presiden juga. Dan ada orang-orang yang pernah dipanggil ke Pansus, sudah mengalami teror dan intimidasi," tukas politikus PDIP ini.
Baca: Pansus Pelindo II Siap Hadapi Kekuatan Besar.
(kur)