PAN Enggan Sebut Nama Menteri yang Akan Kena Reshuffle
Selasa, 03 November 2015 - 15:42 WIB
PAN Enggan Sebut Nama Menteri yang Akan Kena Reshuffle
A
A
A
JAKARTA - Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengungkapkan presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet jilid II. Kendati demikian dirinya enggan menyebutkan siapa nama menteri yang akan direshuffle tersebut.
"Itu hak prerogatif presiden. Beberapa pos perlu di reshuffle atau dirotasi," ujar Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2015).
Yandri menegaskan, adanya reshuffle bukan berarti pemerintah ingin menampung PAN. "Kalau pun ada reshuffle karena Jokowi ingin memperbaiki kinerja. Bukan karena mau memasukkan kader PAN," ucapnya.
Kendati demikian jika presiden memberikan kursi untuk partai berlambang matahari putih itu. PAN kata dia, selalu siap dan akan mempersiapkan kader terbaiknya untuk duduk di dalam kabinet kerja.
"Kecenderungan diajak sangat tinggi, tapi itu belum bisa dipastikan. Tapi untuk diajak insya Allah PAN menyiapkan kadernya kalau tidak diajak tak apalah PAN tetap bergabung ke pemerintah," tandas Yandri.
Pilihan:
Dialog Jokowi di Amerika Jadi Guyonan Netizen
DPR Minta Surat Edaran Hate Speech Disosialisasikan Secara Masif
"Itu hak prerogatif presiden. Beberapa pos perlu di reshuffle atau dirotasi," ujar Yandri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2015).
Yandri menegaskan, adanya reshuffle bukan berarti pemerintah ingin menampung PAN. "Kalau pun ada reshuffle karena Jokowi ingin memperbaiki kinerja. Bukan karena mau memasukkan kader PAN," ucapnya.
Kendati demikian jika presiden memberikan kursi untuk partai berlambang matahari putih itu. PAN kata dia, selalu siap dan akan mempersiapkan kader terbaiknya untuk duduk di dalam kabinet kerja.
"Kecenderungan diajak sangat tinggi, tapi itu belum bisa dipastikan. Tapi untuk diajak insya Allah PAN menyiapkan kadernya kalau tidak diajak tak apalah PAN tetap bergabung ke pemerintah," tandas Yandri.
Pilihan:
Dialog Jokowi di Amerika Jadi Guyonan Netizen
DPR Minta Surat Edaran Hate Speech Disosialisasikan Secara Masif
(maf)