Nasdem Ogah Dukung Pansus Asap, Ini Alasannya
Rabu, 28 Oktober 2015 - 13:24 WIB
Nasdem Ogah Dukung Pansus Asap, Ini Alasannya
A
A
A
JAKARTA - Rencana pembentukan panitia khusus (pansus) di DPR untuk menelusuri penyebab kebakaran yang mengakibatkan musibah asap dinilai tidak tepat.
Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menilai ketimbang membentuk Pansus Asap, sebaiknya DPR melakukan aksi nyata mendukung usaha pemerintah menanggulangi musibah itu.
"Saat ini pemerintah sedang bekerja keras menanggulangi asap luar biasa yang salah satu penyebabnya adalah El Nino yang panjang. Lebih baik semua unsur termasuk DPR, fokus penanggulangan asap tersebut," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Jhonny G Plate saat dihubungi wartawan di Jakarta (28/10/2015).
Menurut dia, saat ini pemerintah sedang berupaya memadamkan sejumlah titik api di Pulau Sumatera dan Kalimantan. (Baca Juga: Mayoritas Fraksi di DPR Dukung Pansus Asap)
Johnny menilai, pembentukan pansus asap justru berpotensi menyita konsentrasi dan waktu kerja menteri terkait.
"Kami merasa tidak tepat waktunya untuk mendorong pansus asap. Lebih baik DPR menyelesaikan tugas utamanya yang masih belum optimal seperti menghasilkan undang-undang sesuai Prolegnas 2015 yang hingga saat ini baik kualitas maupun kuantitas masih mendapat sorotan tajam masyarakat," kata Jhonny.
PILIHAN:
Muhaimin Iskandar Penuhi Panggilan KPK
Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) menilai ketimbang membentuk Pansus Asap, sebaiknya DPR melakukan aksi nyata mendukung usaha pemerintah menanggulangi musibah itu.
"Saat ini pemerintah sedang bekerja keras menanggulangi asap luar biasa yang salah satu penyebabnya adalah El Nino yang panjang. Lebih baik semua unsur termasuk DPR, fokus penanggulangan asap tersebut," kata Wakil Ketua Fraksi Partai Nasdem Jhonny G Plate saat dihubungi wartawan di Jakarta (28/10/2015).
Menurut dia, saat ini pemerintah sedang berupaya memadamkan sejumlah titik api di Pulau Sumatera dan Kalimantan. (Baca Juga: Mayoritas Fraksi di DPR Dukung Pansus Asap)
Johnny menilai, pembentukan pansus asap justru berpotensi menyita konsentrasi dan waktu kerja menteri terkait.
"Kami merasa tidak tepat waktunya untuk mendorong pansus asap. Lebih baik DPR menyelesaikan tugas utamanya yang masih belum optimal seperti menghasilkan undang-undang sesuai Prolegnas 2015 yang hingga saat ini baik kualitas maupun kuantitas masih mendapat sorotan tajam masyarakat," kata Jhonny.
PILIHAN:
Muhaimin Iskandar Penuhi Panggilan KPK
(dam)