Formappi Curigai Agenda di Balik Pansus Pelindo
Jum'at, 23 Oktober 2015 - 10:04 WIB
Formappi Curigai Agenda di Balik Pansus Pelindo
A
A
A
JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) DPR yang menyelidiki dugaan penyimpangan di Pelindo II dinilai memiliki target tertentu atau bukan menyelesaikan persoalan.
"Sangat mungkin bahwa DPR juga memanfaatkan kasus ini untuk mengejar target menteri tertentu, yang diduga tak disukai politisi DPR," kata peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, Jumat (23/10/2015).
Menurut dia, setelah membidik Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, yang paling rentan diincar adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Tidak baiknya hubungan Rini dengan PDI-P ditengarainya menjadi penyebabnya. Terlebih lagi, kata Lucius, PDIP yang memimpin dan memotori Pansus Pelindo II ini.
"Bisa jadi kepentingan politik partai juga memicu semangat anggota DPR untuk menggelar pansus tersebut," ucapnya.
Menurut dia, jika pembentukan pansus dilatari oleh semangat kepentingan politik maka Pansus hanya akan menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya.
Tak akan ada temuan konstruktif selain upaya mereka untuk kepentingan politik mereka sendiri.
"Apalagi kinerja DPR sekarang ini nyaris tak bertaji. Jika mereka tiba-tiba galak di kasus Pelindo, kita pun jadi serba ragu, jangan-jangan bukan misi pembenahan Pelindo yang menjadi target Pansus," ucap dia.
Lucius juga mengatakan, legitimasi DPR sebenarnya berkurang dengan adanya penangkapan sejumlah anggotanya oleh KPK belakangan ini. Menurut dia, DPR menjadi sulit untuk dipercaya. Bahkan ketika DPR punya niat baik sekalipun.
PILIHAN:
Putusan MA Bikin Golkar Yakin Sukses di Pilkada
"Sangat mungkin bahwa DPR juga memanfaatkan kasus ini untuk mengejar target menteri tertentu, yang diduga tak disukai politisi DPR," kata peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, Jumat (23/10/2015).
Menurut dia, setelah membidik Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino, yang paling rentan diincar adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.
Tidak baiknya hubungan Rini dengan PDI-P ditengarainya menjadi penyebabnya. Terlebih lagi, kata Lucius, PDIP yang memimpin dan memotori Pansus Pelindo II ini.
"Bisa jadi kepentingan politik partai juga memicu semangat anggota DPR untuk menggelar pansus tersebut," ucapnya.
Menurut dia, jika pembentukan pansus dilatari oleh semangat kepentingan politik maka Pansus hanya akan menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya.
Tak akan ada temuan konstruktif selain upaya mereka untuk kepentingan politik mereka sendiri.
"Apalagi kinerja DPR sekarang ini nyaris tak bertaji. Jika mereka tiba-tiba galak di kasus Pelindo, kita pun jadi serba ragu, jangan-jangan bukan misi pembenahan Pelindo yang menjadi target Pansus," ucap dia.
Lucius juga mengatakan, legitimasi DPR sebenarnya berkurang dengan adanya penangkapan sejumlah anggotanya oleh KPK belakangan ini. Menurut dia, DPR menjadi sulit untuk dipercaya. Bahkan ketika DPR punya niat baik sekalipun.
PILIHAN:
Putusan MA Bikin Golkar Yakin Sukses di Pilkada
(dam)