Ini Saran PPATK untuk Pansus Pelindo II

Kamis, 22 Oktober 2015 - 15:04 WIB
Ini Saran PPATK untuk...
Ini Saran PPATK untuk Pansus Pelindo II
A A A
JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) DPR yang mengusut kasus di Pelindo II mengundang Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Kepala PPATK M Yusuf meminta rapat digelar secara tertutup lantaran pihaknya hendak mengungkap soal aliran dana.

"Kalau bisa saya minta rapat tertutup karena ini berkaitan dengan aliran dana ke sejumlah rekening yang sifatnya rahasia," ujar Yusuf saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

Usai rapat, Yusuf menjelaskan pihaknya menyarankan kepada Pansus Pelindo II untuk menanyakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait Pelindo II.

"Tadi kita sepakati nanti akan tanya saja kepada BPK siang nanti. Karena BPK melakukan audit terhadap perusahaan itu, tentu dapat fakta simpul-simpul mana yang bermasalah, nah ini kita coba nanti untuk bergerak ke arah situ," ungkap Yusuf.

Pada tahun 2014, kata dia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengajukan permohonan pada PPATK untuk melakukan penelusuran terhadap beberapa nama.

Kemudian, sambung dia, kepolisian juga meminta pada Juli 2015.

"Karena surat berizin yang pertama itu sangat global, menyebut ada 30 lebih nama individu atau lebih 20 perusahaan. Sementara yang dibahas kan masalah mobil craine. Di KPK objek craine-nya tapi bukan mobil craine, diquise craine, apakah ini sama atau tidak? Karena data PPATK tidak boleh dipublikasikan," ungkap Yusuf.

Dia juga mengatakan pihaknya belum dapat memastikan ada transaksi mencurigakan terkait kasus Pelindo II ini.

"Saya belum bisa berbicara itu karena sifatnya masih on going proccess. Tapi ada beberapa nama yang diminta, kan kita lagi kerjakan," tutur Yusuf.

Kendati demikian, Yusuf mengungkapkan, pihak Bareskrim telah meminta beberapa nama perusahaan untuk diselidiki transaksi keuangannya oleh PPATK.

Oleh karena itu, Yusuf meminta Pansus mempertegas siapa saja yang perlu diidentifikasi atau difokuskan.

"Karena permintaan dari Bareskrim cukup banyak, lebih dari 30 nama, lebih dari 20 perusahaan tentu banyak. Kalau 1 perusahaan punya 5 rekening kan banyak. Tadi kita minta supaya diidentifikasi, disegmentasi yang mana paling dibutuhkan, yang mana paling relevan," tutur Yusuf.


PILIHAN:


Kasus Capella dan Dewie Limpo Turunkan Citra Pendukung Jokowi-JK
(dam)
Berita Terkait
Pelindo Regional 2 Sukses...
Pelindo Regional 2 Sukses Layani 119 Ribu Penumpang di H-2 Lebaran
Setelah Sikat Pungli,...
Setelah Sikat Pungli, Pelindo II Siapkan 6 Jurus Babat Suap
Mantan Dirut Pelindo...
Mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino Kembali Diperiksa Kejagung
Wakil Dirut PT JICT...
Wakil Dirut PT JICT Diperiksa terkait Dugaan Korupsi di Pelindo II
Kasus Korupsi Pelindo...
Kasus Korupsi Pelindo II, Kejagung Periksa Presdir JICT
Operasional Tanjung...
Operasional Tanjung Priok Tetap Aman Terkendali, Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Berjalan Normal
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved