Pemerintah Tak Boleh Biarkan Konflik Agraria TNI Vs Petani

Selasa, 06 Oktober 2015 - 01:39 WIB
Pemerintah Tak Boleh...
Pemerintah Tak Boleh Biarkan Konflik Agraria TNI Vs Petani
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta tidak boleh membiarkan konflik agraria antara TNI dengan petani terjadi. Pemerintah harus memperbarui tata ruang dan pertanahan yang membuat TNI mampu mengasah diri dalam perang hutan dan perang maritim. Karena hutan dan laut adalah dasar pertahanan Indonesia.

"Kita harus mengapresiasi upaya TNI dalam melakukan reformasi internal sebagai upaya meninggalkan Dwi Fungsi ABRI, membangun profesionalisme prajurit dan memodernisasi alutsista," kata Ketua Komite Pertimbangan Organisasi Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS) Gunawan dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2015).

Dia menambahkan, memang reformasi TNI belum 100% tercapai, akan tetapi hal tersebut juga sangat tergantung upaya pemerintahan sipil dalam mengagendakan reformasi sektor keamanan.

Menurutnya, dalam upaya modernisasi alutsista TNI dan kesejahteraan prajurit dibutuhkan alokasi anggaran yang besar di APBN. Kata dia, menugaskan TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) membutuhkan keputusan politik negara.

"Oleh karenanya dalam merumuskan besarnya alokasi anggaran dan penugasan TNI dalam OMSP, pemerintah perlu merumuskan potensi ancaman pertahanan negara dan rencana strategis pertahanan," tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, rumusan tersebut seharusnya tertuang dalam Peraturan Presiden tentang Kebijakan Pertahanan Negara dan Peraturan Menteri Pertahanan tentang buku putih pertahanan sebagaimana mandat Undang-undang Pertahanan.

Dengan adanya dua aturan tersebut, lanjut dia, maka supremasi sipil akan terwujud dalam kontrol demokratis dan kontrol obyektif terhadap TNI.

"Dan sebagai wujud penghormatan supremasi sipil, maka dalam konflik agraria antara TNI dengan Petani, sebaiknya TNI menyerahkan penyelesaian kepada instansi pemerintahan, seperti presiden, Kemenhan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dan kepala daerah," ungkapnya.

Gunawan menambahkan, konflik agraria antara TNI dan petani akan menciderai jati diri TNI sebagai tentara rakyat dan tentara pejuang serta bertentangan dengan prinsip pertahanan semesta.

PILIHAN:

Jokowi Instruksikan Kabut Asap Tuntas Bulan Ini

Warga Cilegon Diajak Parade Defile Naik Tank Leopard
(kri)
Berita Terkait
Sengketa Lahan antara...
Sengketa Lahan antara Warga vs TNI AD di Urut Sewu Kebumen Berakhir
TNI-Polri Dipakai untuk...
TNI-Polri Dipakai untuk Konflik Tanah BUMN, KPA: Ini Penyaluran Tenaga Kerja
Sengketa Tanah Lambat...
Sengketa Tanah Lambat Diselesaikan, Besipae Terus Memanas
Belasan Tahun Berjuang,...
Belasan Tahun Berjuang, Ipong Berharap Tanahnya Bisa Kembali
Nenek Terusir Dari Rumahnya...
Nenek Terusir Dari Rumahnya Akibat Dirampas Mafia Tanah, Kini Tertatih Berjuang di Pengadilan
Antisipasi Konflik,...
Antisipasi Konflik, Kapuspen TNI: Militer Harus Kuat
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
Wasit Jerman Daniel...
Wasit Jerman Daniel Siebert Pimpin Final Liga Champions PSG vs Arsenal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved