Kekerasan Anak

Senin, 21 September 2015 - 13:05 WIB
Kekerasan Anak
Kekerasan Anak
A A A
Kekerasan anak yang melibatkan siswa kelas 2 SDN 07 Pagi Kebayoran Lama Utara benar-benar memukul kita semua.

Tragedi ini merupakan peringatan dan bahan renungan bagi kita semua agar lebih mawas diri dalam mendidik anak sehingga ke depan kasus serupa tak terulang. Kasus kekerasan ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita telaah lebih dalam tentang faktor pencetus kekerasan anak. Ada dua faktor utama dalam pembentukan karakter dan pribadi anak.

Pertama, faktor internal atau keluarga. Mendidik anak bukan hanya tanggung jawab sekolah formal. Keluarga merupakan tempat paling strategis dalam membentuk kepribadian, karakter, dan tingkah laku anak. Curahan kasih sayang orang tua terhadap anak sangat berpengaruh pada pola tingkah laku anak. Jangan sampai mendidik anak dengan cara kekerasan. Karena itu, membentak atau memukul sebaiknya dihindari dalam menghukum anak bila melakukan pelanggaran di rumah.

Karena hal itu akan mengendap di memori sang anak bahwa kekerasan bisa menyelesaikan masalah. Akibatnya, anak tak akan ragu melakukan kekerasan kepada temannya. Anak yang dididik di lingkungan keluarga yang keras tentu hasilnya akan berbeda dengan anak di keluarga yang mengedepankan sikap lemah lembut dalam pola pendidikannya. Di sinilah nilai-nilai agama sangat berperan sentral.

Karena agama mana pun tidak pernah mengajarkan kekerasan. Karena itu, para orang tua harus membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup agar bisa mendidik anak dengan baik. Di era globalisasi seperti sekarang ini, pengawasan orang tua di rumah juga dituntut lebih, terutama menyangkut tontonan anak. Sekarang banyak anak yang susah diajak belajar karena lebih suka menonton tayangan video atau televisi ataupun main game lewat gadget ayah ibunya.

Di sini pemilihan tema tayangan menjadi sangat penting. Orang tua harus menghindarkan tayangan atau game berbau kekerasan dari anak-anak. Karena tayangan tersebut secara jangka panjang bisa menumbuhkan karakter yang keras kepada anak. Kedua, faktor eksternal, yakni lingkungan sekitar termasuk sekolah. Selain keluarga, anak juga berinteraksi di lingkungan rumahnya.

Pengawasan orang tua pun sangat penting, terutama untuk memilihkan lingkungan bermain atau dengan siapa dia bermain. Kasus kekerasan anak ini menjadi peringatan keras bagi lembaga pendidikan agar lebih waspada dalam mengawasi anak didiknya di sekolah. Apalagi saat ini hampir seharian anak berada di sekolah.

Pola pembelajaran terutama yang ada unsur kekerasan seperti membentak atau menghukum yang tak mendidik juga perlu diubah. Jika pengawasan ketat, kasus meninggalnya siswa kelas 2 SDN 07 Pagi Kebayoran Lama Utara tersebut tidak akan terjadi. Karena itu, para guru dituntut untuk lebih sensitif dalam mengawasi perilaku para anak didiknya, terutama jika ada laporan benih-benih kekerasan yang terjadi di sekolahnya.

Karena ternyata dalam kasus ini, penganiayaan terhadap korban sebelumnya tak hanya terjadi sekali. Penanganan lebih dini tentu hasilnya akan baik. Penegak hukum dan pemerintah sudah menangani kasus ini baik secara hukum maupun sosial sehingga tak usah saling menyalahkan. Kita tunggu saja hasil penyidikan polisi yang tentu ”mengistimewakan” penanganan kasus ini. Karena pelakunya masih anak-anak, tentu tak bisa disamakan dengan penyidikan terhadap orang dewasa.

Polisi harus berpedoman pada UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penyelesaian secara kekeluargaan memang akan lebih baik. Namun karena anak sudah melakukan tindakan kriminal, pelaku harus juga mendapatkan hukuman yang mendidik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal ini penting untuk mengingatkan sang anak agar mengerti telah berbuat kesalahan dan tidak mengulanginya. Hukuman yang diberikan jangan sampai menjadikan trauma seumur hidup yang malah membuat sang anak menjadi tak percaya diri lagi dan hancur masa depannya.
(bhr)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
Nanik S Deyang Diangkat...
Nanik S Deyang Diangkat sebagai Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana, Dasco: Pilihan yang Tepat
Trimedya Panjaitan Sebut...
Trimedya Panjaitan Sebut RUU HPI Sejalan dengan Semangat Prabowo Perkuat Posisi Hukum Indonesia
Kepala BGN Diganti,...
Kepala BGN Diganti, Istana Pastikan Program MBG Tidak Terganggu
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Dadan Hindayana Dicopot...
Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Dasco Puji Pemerintah Dengar Aspirasi Masyarakat
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved