DPR Kritisi Kegaduhan di Kabinet Kerja yang Tak Berkesudahan

Senin, 21 September 2015 - 08:38 WIB
DPR Kritisi Kegaduhan...
DPR Kritisi Kegaduhan di Kabinet Kerja yang Tak Berkesudahan
A A A
JAKARTA - DPR mengkritisi kegaduhan antar elite yang terjadi di Kabinet Kerja Jokowi-JK yang tidak berkesudahan. Hal itu seolah dibiarkan saja oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bisa menghambat implementasi kebijakan perbaikan perekonomian Indonesia.

Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem Luthfi A Mutty sangat menyayangkan persoalan Pelindo II yang belum terselesaikan. Sebaliknya, persoalan tersebut malah semakin meruncing dengan berbagai perang statemen yang terlontar dari Menko Kemaritiman Rizal Ramli dan Direktur Pelindo RJ Lino.

"Hal itu sebetulnya tidak bagus dan elok, apalagi jika (perang) statement mereka terlontar di ruang publik," kata luthfi saat dihubungi SINDO, Minggu 20 September 2015 malam.

Menurut Luthfi, perbedaan pendapat antara keduanya bisa menimbulkan kegaduhan, serta menurunkan kredibilitas dan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Memang, Rizal Ramli sempat menyampaikan tak akan mengganggu iklim ekonomi, tapi justru akan mematangkan setiap program pemerintah.

Tapi, banyak masyarakat masih belum menangkap esensi dari perang statemen para pejabatnya itu. Sebaliknya, justru hal itu bisa memantik sikap apriori di tengah masyarakat yang tengah berjuang di bawah tekanan ekonomi global saat ini.

"Nanti masyarakat menilai, kok pemerintahan Presiden Jokowi kerjaannya ribut melulu," ujar Anggota Komisi II itu.

Oleh karena itu, Luthfi mengimbau pihak-pihak terkait untuk saling menahan diri. Perang argumen yang terus dilancarkan di ranah publik bisa memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Hal itu bersifat kontraproduktif, mengingat tugas pemerintah sebenarnya adalah memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Berhentilah, jangan selalu buat kegaduhan terus sesama internal (kabinet) pemerintahan," tegasnya.

Lebih jauh, Luthfi menambahkan, pertikaian antara dua elite sudah tidak etis, karena rentan melibatkan kepentingan pribadi di arena publik. Apalagi, orang-orang yang saling bertikai itu adalah pejabat-pejabat tinggi negara. Seharusnya, jika ada persoalan yang sangat urgent bisa diselesaikan di meja rapat.

"Kan ini bukan acara dialog ataupun seminar yang masing-masing bisa beradu argumen atau berdebat (di depan publik)," imbuhnya.

Karena itu, dia mengharapkan agar Presiden Jokowi bisa secepatnya menyelesaikan perang statemen antar bawahannya, agar persoalan ini tak berlarut-larut. Salah satu caranya, dengan memanggil Rizal Ramli sebagai salah satu menteri koordinatornya.

"Presiden memanggil pembantunya tersebut untuk membicarakan dan menata ulang prosedur kinerja yang seharusnya dilakukan oleh mereka (menteri) dalam kabinet pemerintahnya," pungkasnya.

PILIHAN:

Perindo Optimis Bisa Rebut Hati Rakyat di 2019

Yusril Klaim PBB Lebih Kuat dari PDIP
(kri)
Berita Terkait
JK soal Kabinet Merah...
JK soal Kabinet Merah Putih: Nanti 6 Bulan Baru Kita Bisa Menilai
Reshuffle Kabinet, Presiden...
Reshuffle Kabinet, Presiden Lantik 2 Menteri 1 Kepala Lembaga
Jokowi Lantik Dua Menteri...
Jokowi Lantik Dua Menteri dan Tiga Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju
JK Sentil Wacana Kabinet...
JK Sentil Wacana Kabinet Prabowo Diisi 40 Menteri: Artinya Bukan Kabinet Kerja tapi Politis
Penilaian 6 Menteri...
Penilaian 6 Menteri Baru di Mata Jokowi
Reshuffle Kabinet, PKS...
Reshuffle Kabinet, PKS Sarankan Jokowi Libatkan KPK Pilih Calon Menteri
Berita Terkini
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved