Sidak ke Tanjung Priok, DPR: Banyak Lapak Pengusaha Swasta
Kamis, 10 September 2015 - 16:25 WIB
Sidak ke Tanjung Priok, DPR: Banyak Lapak Pengusaha Swasta
A
A
A
JAKARTA - Komisi III DPR dan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman Rizal Ramli baru saja mendatangi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dari pantauan di lokasi itu, Komisi III memperoleh informasi adanya sejumlah perusahaan swasta yang memiliki lapak-lapak penimbunan barang di pelabuhan.
"Sidak (inspeksi mendadak) kami menunjukkan ada semacam lapak-lapak di pelabuhan yang diduduki oleh pengusaha swasta," kata Anggota Komisi III Masinton Pasaribu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2015).
Informasi tentang lapak-lapak di pelabuhan yang dikuasai perusahaan swasta ini semakin menguatkan adanya penumpukan barang dan lamanya proses dwelling time di Tanjung Priok.
"Pelabuhan itu tempat lalu lintas barang, bukan penumpujan barang. Yang dilakukan Dirut Pelindo II selama ini adalah penumpukan," ujar Masinton.
Masinton memiliki solusi agar tidak terjadi penumpukan barang di pelabuhan. Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan rel kereta api buatan Belanda yang ada di sekitar pelabuhan.
"Bisa optimalkan rel kereta api yang sudah dibangun sejak jaman Belanda. Kalau rel itu bisa masuk pelabuhan, akan banyak memangkas biaya dan waktu," kata Masinton,
PILIHAN:
Belum Digaji, 70% Advokat di Kantor OC Kaligis Mundur
Puluhan Kepala Desa Datangi Pengadilan Tipikor
Dari pantauan di lokasi itu, Komisi III memperoleh informasi adanya sejumlah perusahaan swasta yang memiliki lapak-lapak penimbunan barang di pelabuhan.
"Sidak (inspeksi mendadak) kami menunjukkan ada semacam lapak-lapak di pelabuhan yang diduduki oleh pengusaha swasta," kata Anggota Komisi III Masinton Pasaribu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9/2015).
Informasi tentang lapak-lapak di pelabuhan yang dikuasai perusahaan swasta ini semakin menguatkan adanya penumpukan barang dan lamanya proses dwelling time di Tanjung Priok.
"Pelabuhan itu tempat lalu lintas barang, bukan penumpujan barang. Yang dilakukan Dirut Pelindo II selama ini adalah penumpukan," ujar Masinton.
Masinton memiliki solusi agar tidak terjadi penumpukan barang di pelabuhan. Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan rel kereta api buatan Belanda yang ada di sekitar pelabuhan.
"Bisa optimalkan rel kereta api yang sudah dibangun sejak jaman Belanda. Kalau rel itu bisa masuk pelabuhan, akan banyak memangkas biaya dan waktu," kata Masinton,
PILIHAN:
Belum Digaji, 70% Advokat di Kantor OC Kaligis Mundur
Puluhan Kepala Desa Datangi Pengadilan Tipikor
(dam)