KPK Usut Kasus Lain di Pelindo II

Rabu, 09 September 2015 - 22:29 WIB
KPK Usut Kasus Lain...
KPK Usut Kasus Lain di Pelindo II
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan kasus korupsi di lingkungan PT Pelindo II (persero). Namun kasus yang ditangani KPK berbeda dengan kasus yang ditangani Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan, Bareskrim Polri sudah menginformasikan tentang Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait kasus PT Pelindo II pada Rabu 2 September 2015 lalu.

Di dalam suratnya tercantum pemberitahuan bahwa Bareskrim sedang menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan harbour mobile crane Pelindo II.

Selepas penerimaan SPDP itu akan ada koordinasi dan supervisi antara Bareskrim dan KPK.

"Tentu kalau Bareskrim berkoordinasi dengan kami, kami siap membantu. Kan bisa saja berkaitan dengan banyak hal, kan banyak hal yang sudah kami lakukan," tutur Johan saat ditemui usai sosialisasi portal Anti-Corruption Clearing House (ACCH) KPK di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Mantan Deputi Pencegahan KPK ini melanjutkan, sebenarnya KPK sudah menerima laporan pengaduan masyarakat berkaitan dengan kasus di Pelindo II sejak lima tahun lalu.

Johan enggan mengungkap rincian kasusnya. Hanya saja, kata dia, kasus tersebut sedang dalam proses pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

Ada beberapa pihak yang sudah dimintai keterangan dalam proses pulbaket. "Sekali lagi kasusnya bisa berbeda dengan yang ada di Bareskrim. Jadi sejak lima tahun lalu kalau nggak salah. Inti laporannya saya enggak tahu detailnya," tegasnya.

Johan menggariskan, untuk sementara belum ada kesimpulan siapa pihak yang diduga terlibat karena tim yang ditugaskan sedang melakukan beberapa proses dan melengkapi datanya.

Di sisi lain, Johan mengakui tim KPK sudah ada yang ke luar negeri guna melakukan pulbaket. Hanya saja Johan enggan mengungkap negara mana yang menjadi tujuan KPK.

"Setiap tugas pasti ada surat perintahnya dong. Tapi saya cek dulu detailnya. (Tersangkanya) belum, masih pulbaket kok," bebernya.

Johan melanjutkan, pihak mengapresiasi pembentukan Pansus Pelindo II yang disepakati Komisi III DPR dengan Kapolri merupakan ranah politik DPR.

Pembentukan itu tidak akan bersinggungan dan bertabrakan dengan langkah pengusutan kasusnya yang dilakukan Bareskrim.

Pembentukan Pansus juga tidak akan menghalangi langkah koordinasi dan supervisi antara KPK dan Bareskrim.

"Saya kira enggak ada hubungannya ya. Kalau Pansus itu domain politik, domain DPR, silakan saja. Itu kan ini (hak)-nya DPR, KPK enggak ikut-ikutan itu," katanya.


PILIHAN:


Ibas: Banyak yang Rindu Kepemimpinan SBY
(dam)
Berita Terkait
Crane Jatuh dan Timpa...
Crane Jatuh dan Timpa Kereta di Thailand, 28 Orang Tewas
Polisi Ungkap Penyebab...
Polisi Ungkap Penyebab Crane Terguling dan Menimpa Rumah Warga di Depok
Hari Ini RJ Lino Hadapi...
Hari Ini RJ Lino Hadapi Vonis Kasus Korupsi Pengadaan Crane
Crane Terbalik Saat...
Crane Terbalik Saat Angkat Beton 9 Ton di Proyek Jembatan, Evakuasi Berlangsung Menegangkan
Polisi Cek Lokasi Jatuhnya...
Polisi Cek Lokasi Jatuhnya Besi Proyek di Rel MRT Kawasan Blok M
Polisi Tetapkan 1 Tersangka...
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Kasus Crane Roboh di Depok
Berita Terkini
Forum Pemred Minta Hotman...
Forum Pemred Minta Hotman Paris Hormati Profesi Wartawan
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak Hakim
IJTI: Menghormati Profesi...
IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Jelang Putusan Praperadilan,...
Jelang Putusan Praperadilan, Roy Suryo Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Pendukung di PN Jaksel
Hotman Paris Pengacara...
Hotman Paris Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Wartawan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved