Fadli Zon: Para Pelapor ke MKD Sengaja Besar-besarkan Isu
Senin, 07 September 2015 - 18:50 WIB
Fadli Zon: Para Pelapor ke MKD Sengaja Besar-besarkan Isu
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi enteng laporan sejumlah anggota DPR kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Pelaporan ini terkait kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dalam acara konferensi pers Donald Trump di sela-sela kunjungan kerja di Amerika Serikat.
Menurut Fadli, isu kehadiran Setya Novanto di acara konferensi pers Donald Trump untuk maju sebagai calon presiden Amerika Serikat ini sengaja dibesar-besarkan. Isu ini dimunculkan guna menutupi sejumlah isu lain, termasuk kegagalan pemerintah di berbagai bidang.
Tak hanya itu, Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menuding sejumlah anggota DPR yang melapor ke MKD adalah sosok yang selama ini tidak berpihak kepada rakyat.
"Orang yang melaporkan, saya tak dengar mereka bicara soal kesulitan rakyat. Rupiah yang melemah, harga-harga naik, pengangguran semakin banyak," kata Fadli melalui pesan singkat, Senin (7/9/2015).
Fadli menilai, para wakil rakyat yang melaporkan Novanto kepada MKD tidak memiliki daya kritis terhadap kehidupan rakyat yang makin sulit.
"Suara mereka seperti hilang ditelan bumi alias membisu. Nah sekarang sibuk mengurusi pertemuan Delegasi DPR dengan Donald Trump. Padahal tak ada sedikitpun mengganggu kepentingan nasional atau kepentingan rakyat. Malah kami mendukung investasi Trump di Indonesia dalam situasi sekarang," kata Fadli.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR berinisiatif melaporkan kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dalam kampanye politik salah satu peserta konvensi bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Beberapa anggota DPR tersebut di antaranya, Akbar Faisal dari Fraksi Nasdem, Adian Napitupulu, Charles Honoris, Budiman Sujatmiko, ketiganya dari Fraksi PDIP, dan Maman Imanul Haq dari Fraksi PKB.
Mereka menyerahkan alat bukti berupa kliping pemberitaan dari sejumlah media massa di luar negeri yang memuat berita kehadiran pemimpin DPR dalam kampanye Donald Trump.
PILIHAN:
Pelapor Ketua DPR ke MKD Seperti Emak-emak Rewel
Arya Sinulingga: Adian Napitupulu Memalukan, Donald Trump Bukan Pengusaha Casino
Menurut Fadli, isu kehadiran Setya Novanto di acara konferensi pers Donald Trump untuk maju sebagai calon presiden Amerika Serikat ini sengaja dibesar-besarkan. Isu ini dimunculkan guna menutupi sejumlah isu lain, termasuk kegagalan pemerintah di berbagai bidang.
Tak hanya itu, Fadli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menuding sejumlah anggota DPR yang melapor ke MKD adalah sosok yang selama ini tidak berpihak kepada rakyat.
"Orang yang melaporkan, saya tak dengar mereka bicara soal kesulitan rakyat. Rupiah yang melemah, harga-harga naik, pengangguran semakin banyak," kata Fadli melalui pesan singkat, Senin (7/9/2015).
Fadli menilai, para wakil rakyat yang melaporkan Novanto kepada MKD tidak memiliki daya kritis terhadap kehidupan rakyat yang makin sulit.
"Suara mereka seperti hilang ditelan bumi alias membisu. Nah sekarang sibuk mengurusi pertemuan Delegasi DPR dengan Donald Trump. Padahal tak ada sedikitpun mengganggu kepentingan nasional atau kepentingan rakyat. Malah kami mendukung investasi Trump di Indonesia dalam situasi sekarang," kata Fadli.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR berinisiatif melaporkan kehadiran Ketua DPR Setya Novanto dalam kampanye politik salah satu peserta konvensi bakal calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Beberapa anggota DPR tersebut di antaranya, Akbar Faisal dari Fraksi Nasdem, Adian Napitupulu, Charles Honoris, Budiman Sujatmiko, ketiganya dari Fraksi PDIP, dan Maman Imanul Haq dari Fraksi PKB.
Mereka menyerahkan alat bukti berupa kliping pemberitaan dari sejumlah media massa di luar negeri yang memuat berita kehadiran pemimpin DPR dalam kampanye Donald Trump.
PILIHAN:
Pelapor Ketua DPR ke MKD Seperti Emak-emak Rewel
Arya Sinulingga: Adian Napitupulu Memalukan, Donald Trump Bukan Pengusaha Casino
(hyk)