Loncat ke Gerbong Jokowi, SDA Sebut PAN Langgar Komitmen
Senin, 07 September 2015 - 17:34 WIB
Loncat ke Gerbong Jokowi, SDA Sebut PAN Langgar Komitmen
A
A
A
JAKARTA - Mantan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) menilai Partai Amanat Nasional (PAN) telah melanggar komitmen bersama Koalisi Merah Putih (KMP) dengan bergabung ke pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
"Komitmen partai KMP itu adalah tetap berbakti untuk bangsa dan negara dengan cara lain. Kalau KIH melalui kekuasaan eksekutif, sedangkan KMP legislatif," ucap SDA di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/9/2015).
SDA mengaku sama-sama ikut merumuskan terbentuknya KMP. Waktu itu partai-partai yang tergabung di dalamnya termasuk PAN berkomitmen tetap di luar pemerintahan untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.
Perihal bergabungnya PAN ke pemerintah pasca partai tersebut tak lagi dipimpin Hatta Rajasa, SDA mengatakan seyogyanya partai itu tetap setia bersama KMP. Namun, Zulkifli Hasan sebagai Ketum PPP sekarang bersikap lain.
"Posisi itulah KMP komitmen. Sekarang kalau Pak Zul dengan PAN keluar komitmen adalah hak Pak Zul sendiri, dari PAN sendiri," tuturnya.
Ditambahkan SDA, seolah-olah adanya KMP tak berkontribusi nyata terhadap pemerintahan. Justru sebaliknya posisinya KMP sebagai alat kontrol dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan negara.
"Walaupun ada komitmen (bersama anggota KMP) memang kita sepakat tidak ada sanksi," pungkasnya.
PILIHAN:
Tiga Menteri Kabinet Kerja Belum Mundur dari DPR
Mantan Ketum PPP Tertawakan 'Pengkhianatan' PAN
"Komitmen partai KMP itu adalah tetap berbakti untuk bangsa dan negara dengan cara lain. Kalau KIH melalui kekuasaan eksekutif, sedangkan KMP legislatif," ucap SDA di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (7/9/2015).
SDA mengaku sama-sama ikut merumuskan terbentuknya KMP. Waktu itu partai-partai yang tergabung di dalamnya termasuk PAN berkomitmen tetap di luar pemerintahan untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah.
Perihal bergabungnya PAN ke pemerintah pasca partai tersebut tak lagi dipimpin Hatta Rajasa, SDA mengatakan seyogyanya partai itu tetap setia bersama KMP. Namun, Zulkifli Hasan sebagai Ketum PPP sekarang bersikap lain.
"Posisi itulah KMP komitmen. Sekarang kalau Pak Zul dengan PAN keluar komitmen adalah hak Pak Zul sendiri, dari PAN sendiri," tuturnya.
Ditambahkan SDA, seolah-olah adanya KMP tak berkontribusi nyata terhadap pemerintahan. Justru sebaliknya posisinya KMP sebagai alat kontrol dari tindakan sewenang-wenang yang dilakukan negara.
"Walaupun ada komitmen (bersama anggota KMP) memang kita sepakat tidak ada sanksi," pungkasnya.
PILIHAN:
Tiga Menteri Kabinet Kerja Belum Mundur dari DPR
Mantan Ketum PPP Tertawakan 'Pengkhianatan' PAN
(kri)