Zulkifli Hasan: PAN Gabung karena Koalisi Ada yang Kurang

Senin, 04 Oktober 2021 - 11:37 WIB
loading...
Zulkifli Hasan: PAN...
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkapkan alasan partainya gabung koalisi Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Foto/SINDOnews
A A A
DENPASAR - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkapkan alasan partainya gabung koalisi Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia menilai koalisi masih ada yang kurang sehingga PAN masuk untuk memperkuat.

"Mungkin masih kurang. Oleh karena itu kita ikut memperkuat," ujar Zulkifli usai membuka workshop nasional di Nusa Dua, Bali, Senin (4/10/2021). Baca juga: PAN Masuk Koalisi, Jadi Penyebab Isu Reshuffle Kabinet Mencuat

Dia membantah anggapan Pemerintahan Jokowi kurang dekat dengan Islam. Hal ini dibuktikan dengan wakil presiden dari ketua majelis ulama hingga orang-orang di kabinet, seperti Mahfud MD, Muhadjir Effendy, Prabowo Subianto, hingga Sandiaga Uno.

Meski demikian, Zulkifli menyebut komposisi itu masih belum seimbang dan bisa mempengaruhi keputusan-keputusan penting.

"Karena itu kami memutuskan, ketimbang kami di luar teriak-teriak, kita memperkuat pemerintah. Agar lahir kebijakan yang bisa berimbang yang melahirkan keadilan," sebut Zulkifli. Baca juga: PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet

Soal peluang kader PAN duduk di kabinet, Zulkifli menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. "Saya ini Ketua MPR, ngerti aturan. Jadi soal reshuffle, itu urusan beliau," tukasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Uya Kuya Jadi Ketua...
Uya Kuya Jadi Ketua DPW DKI Jakarta Gantikan Eko Patrio, PAN Ungkap Alasannya
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
BM PAN Bersama Buruh...
BM PAN Bersama Buruh Dampingi Riyan Hidayat Ambil Formulir Caketum
PAN Dorong JK ke Istana...
PAN Dorong JK ke Istana dan Sampaikan Langsung Kritik di Depan Prabowo
Zulhas Tegaskan PAN...
Zulhas Tegaskan PAN Berkoalisi Sepanjang Masa dengan Gerindra
Jelang Setahun Pemerintahan,...
Jelang Setahun Pemerintahan, Ribuan Warga Jakarta Doakan Presiden Prabowo
Eko Patrio Tunjukkan...
Eko Patrio Tunjukkan Deretan Dukungan usai Dinonaktifkan PAN dari DPR RI
Rekomendasi
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Pria Tewas dengan Luka...
Pria Tewas dengan Luka Tembak di Hotel Mewah Sempat Kirim WA Permintaan Maaf ke Istri
MUI Tegas soal Kekerasan...
MUI Tegas soal Kekerasan Santri di Lombok: Harus Diproses Hukum, Tak Boleh Diselesaikan Internal
Berita Terkini
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Boyamin: Penetapan Tersangka...
Boyamin: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
Kasus Febrie, Pakar...
Kasus Febrie, Pakar Minta Kejagung Waspada Upaya Mengaburkan Kepemilikan Uang dan Emas
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved