Ketua DPR Ketemu dengan Donald Trump Harusnya Diapresiasi

Senin, 07 September 2015 - 10:57 WIB
Ketua DPR Ketemu dengan...
Ketua DPR Ketemu dengan Donald Trump Harusnya Diapresiasi
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Badan Pengurus Institut Proklamasi, Arief Rachman menilai, pertemuan rombongan Ketua DPR Setya Novanto dengan calon kuat Presiden Amerika dari Partai Republik, Donald Trump merupakan pertemuan biasa.

Menurut Arief, pertemuan tersebut bukan dalam rangka dukung-mendukung, karena jika disimak dalam rekaman video konferensi pers yang dilakukan Donald Trump, tidak ada sama sekali kalimat dukungan dari rombongan Ketua DPR kepada Donald Trump.

Melainkan lanjut dia, sebaliknya Donald Trump yang menyampaikan hal-hal baik yang ingin dilakukannya di Indonesia.

"Bukankah wakil rakyat (DPR) bebas bertemu dengan siapapun, baik di dalam atau luar negeri sama seperti presiden, apalagi pertemuan tersebut untuk kebaikan bangsa dan negara," ujar Arief dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (7/9/2015).

Maka itu Arief menilai, seharusnya pertemuan tersebut diapresiasi, lantaran dari pertemuan tersebut ada komitmen dari Donald yang berprofesi sebagai pengusaha besar multi nasional, untuk menanamkan modalnya berinvestasi di Indonesia.

"Dengan begitu perekonomian nasional yang sedang lesu akan terangkat dan bergairah kembali," tegasnya.

Politisasi dan tudingan miring terhadap pertemuan rombongan Ketua DPR dengan Donald Trump, menjadi berita heboh di tanah air lantaran dihembuskan oleh kelompok tertentu yang ingin mendudukan kadernya menjadi Ketua DPR.

"Hasrat kuasa elite partai tersebut merasa dapat 'angin segar' dengan bergabungnya PAN ke koalisi pendukung pemerintah," ucap Arief.

(Baca juga: Arya Sinulingga: Adian Napitupulu Memalukan, Donald Trump Bukan Pengusaha Casino)

Menurutnya, upaya untuk mendongkel posisi Ketua DPR Setya Novanto dengan menyebarkan berita fitnah dan tudingan tidak berdasar adalah tindakan tidak terpuji di tengah sorotan publik kepada kinerja institusi DPR.

"Seharusnya seluruh anggota DPR kompak dan solid untuk membangun kepercayaan publik, bukan berebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara," tandas Arief.

Pilihan:

Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi

Ini 5 Kasus Ditangani Buwas yang Diintervensi Pemerintah
(maf)
Berita Terkait
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Dua Fraksi DPR Enggan...
Dua Fraksi DPR Enggan Laporkan Kasus Corona Anggotanya
Ketua DPR Ajak Gotong...
Ketua DPR Ajak Gotong Royong Atasi Pandemi Corona
DPR Batasi Tamu yang...
DPR Batasi Tamu yang Masuk ke Kompleks Senayan
Sidang Pertama DPR 2020-2021...
Sidang Pertama DPR 2020-2021 Dihadiri 98 Anggota Secara Fisik, 231 Virtual
Berita Terkini
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Namanya Dicatut BEM...
Namanya Dicatut BEM Bersatu, FISIP Unas Tegaskan Tak Punya BEM Fakultas
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Foksi: Sungguh Menggelikan
Kontras Desak Polisi...
Kontras Desak Polisi Periksa Mantan Kabais dan 2 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved