Ribuan Karyawan Terancam PHK

Rabu, 26 Agustus 2015 - 10:05 WIB
Ribuan Karyawan Terancam...
Ribuan Karyawan Terancam PHK
A A A
SLAWI - Ribuan tenaga kerja di Kabupaten Tegal dan Kudus, Jawa Tengah terancam pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah menembus Rp14.000.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tegal memprediksi sekitar 20- an % perusahaan di daerah itu akan merumahkan pekerjanya karena ada penurunan produksi. ”Dampak yang paling terasa terutama di sektor usaha yang bahan bakunya dari impor.

Ongkos produksinya meningkat, jualnya tetap. Akhirnya, rugi,” kata Ketua Kadin Kabupaten Tegal Fatkhudin kemarin. Mengantisipasi kondisi itu, kalangan pengusaha sudah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya tidak menggenjot produksi atau mengurangi produksi.

Fatkhudin mengakui, langkah itu akan berimbas ancaman PHK. ”Langkah PHK itu tidak bisa dihindari ketika perekonomian sedang lesu seperti ini. Pengurangan produksi otomatis membuat ada karyawan tidak bekerja,” tandasnya. Fatkhudin menyebut jumlah perusahaan besar yang beroperasi di Kabupaten Tegal sekitar 20 unit usaha, perusahaan menengah 50, dan perusahaan kecil mencapai 1.000- an.

”Perkiraan 20% perusahaan yang mengurangi jumlah pekerja adalah perusahaan besar dan menengah,” ungkapnya. Meski begitu, Kabid Pembinaan dan Pengawasan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Tegal Teguh Herdi Sancoyo mengatakan belum ada laporan adanya perusahaan yangmelakukanPHKkaryawan.

”Di Kabupaten Tegal belum ada indikasi itu. Kami juga belum mendapat laporan dari serikat pekerja atau pemberitahuan dari perusahaan,” kata Teguh. Berdasarkan data di Dinsosnakertrans, jumlah pekerja di Kabupaten Tegal mencapai 32.000 orang. Mereka bekerja di 250 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.

Dampak pelemahan rupiah juga mulai dirasakan kalangan perusahaan di Kabupaten Kudus. Mereka mulai melakukan sejumlah langkah efisiensi seiring imbas tidak bergairahnya laju perekonomian nasional. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Kudus Hamidin mengatakan,

lambatnya pertumbuhan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah berdampak pada industri padat karya dan industri yang mengandalkan bahan baku impor di Kota Keretek. ”Sudah ada belasan industri padat karya dan industri yang menggunakan bahan baku impor melakukan efisiensi seiring kondisi terakhir,” kata Hamidin.

Farid firdaus/ muhammad oliez
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Minta Beras ke Kades,...
Minta Beras ke Kades, Warga Miskin di Bengkulu Dipolisikan
Sultan Mahmud Badaruddin...
Sultan Mahmud Badaruddin II, Harimau Palembang yang Menolak Tunduk hingga Diasingkan
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved