Ini Para Kandidat Dubes, Uji Kelayakan Digelar Bulan Depan
Selasa, 25 Agustus 2015 - 17:55 WIB
Ini Para Kandidat Dubes, Uji Kelayakan Digelar Bulan Depan
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengungkapkan, pelaksanaan fit and proper test calon duta besar (dubes) Indonesia direncanakan akan digelar bulan depan.
Kendati demikian, Hanafi belum dapat menyimpulkan kapan waktu pasti pelaksanaannya. Pasalnya, Komisi I masih menunggu profil lengkap para calon dubes.
"Mungkin bulan depan, belum (pasti tanggalnya) karena kita menunggu profil lengkap calon. Baru kita putuskan," ujar Hanafi di Kompkeks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku, pihaknya baru mendapatkan lis nama calon dubes dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengaku, Komisi I saat ini sedang menelusuri profil calon dubes tersebut.
"Inisiatif pribadi, bisa google dan pertemanan. Tapi lebih baik kalau ada standarnya dari Kemenlu agar informasi kami lengkap," tandas Hanafi.
Sebelumnya Presiden Jokowi mengajukan 33 nama calon dubes Indonesia untuk negara-negara sahabat ke DPR. Ke-33 nama itu antara lain:
1. Hasan Bagis, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
2. Safira Machrusah, Alffer, Aljazira.
3. Bambang Antarikso, Baghdad, Irak.
4. Husnan Bey Fananie, Baku, Azerbaijan.
5. Ahmad Rusdi, Bangkok, Thailand.
6. Yuri Octavian Thamrin, Brussel, Belgia dan merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa.
7. Helmy Fauzi, Kairo, Mesir.
8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, Caracas, Venezuela.
9. Mansyur Pangeran, Dakar, Senegal.
10. I Gusti Agung Wesaka Puja, Den Haag, Belanda merangkap OPCW.
11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, Doha, Qatar.
12. Ibnu Hadi, Hanoi, Viietnam.
13. Alfred Tanduk Palembangan, Havana, Kuba.
14. Wiwiek Setyawati Firman, Helsinski, Finlandia.
15. Iwan Suyudhie Amri, Islamabad, Pakistan.
16. Muhammad Ibnu Said, Kopenhagen, Denmark.
17. Rizal Sukma, London untuk Inggris dan Irlandia.
18. Tito Dos Santos Baptista, Maputo, Mozambique.
19. Mohammad Wahid Supriyadi, Moscow, Rusia.
20. Musthofa Taufik Abdul Latif, Muscat, Oman.
21. R Soehardjono Sastromihardjo, Nairobi, Kenya.
22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, Panama City, Panama.
23. Dian Triansyah Djani, New York untuk utusan tetap PBB.
24. Diennaryati Tjokrisuprihatono, Quito, Ekuador.
25. Agus Maftuh Abegebriel, Riyadh, Arab Saudi.
26. Amelia Achmad Yani, Sarajevo, Bosnia-Herzegovina.
27. I Gede Ngurah Swajaya, Singapura.
28. Sri Astarai Rasjid, Sofia, Bulgaria.
29. R Bagas Hapsoro, Stockholm, Swedia.
30. Octaviano Alimudin, Tehran, Iran.
31. Antonius Agus Sriyono, Vatican.
32. Eddy Basuki, Windhoek, Namibia.
33. Alexander Litaay, Zagreb, Kroasia.
Pilihan:
Di NTT, TNI AU dan Tentara Australia 'Duel' di Udara
SBY: Persoalan Bangsa Bermuara pada Kepemimpinan
Kekuatan Marinir Indonesia Masuk Tiga Besar di Dunia
Kendati demikian, Hanafi belum dapat menyimpulkan kapan waktu pasti pelaksanaannya. Pasalnya, Komisi I masih menunggu profil lengkap para calon dubes.
"Mungkin bulan depan, belum (pasti tanggalnya) karena kita menunggu profil lengkap calon. Baru kita putuskan," ujar Hanafi di Kompkeks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku, pihaknya baru mendapatkan lis nama calon dubes dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia mengaku, Komisi I saat ini sedang menelusuri profil calon dubes tersebut.
"Inisiatif pribadi, bisa google dan pertemanan. Tapi lebih baik kalau ada standarnya dari Kemenlu agar informasi kami lengkap," tandas Hanafi.
Sebelumnya Presiden Jokowi mengajukan 33 nama calon dubes Indonesia untuk negara-negara sahabat ke DPR. Ke-33 nama itu antara lain:
1. Hasan Bagis, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
2. Safira Machrusah, Alffer, Aljazira.
3. Bambang Antarikso, Baghdad, Irak.
4. Husnan Bey Fananie, Baku, Azerbaijan.
5. Ahmad Rusdi, Bangkok, Thailand.
6. Yuri Octavian Thamrin, Brussel, Belgia dan merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa.
7. Helmy Fauzi, Kairo, Mesir.
8. Mayjen TNI (Purn) Mochammad Luthfie Wittoeng, Caracas, Venezuela.
9. Mansyur Pangeran, Dakar, Senegal.
10. I Gusti Agung Wesaka Puja, Den Haag, Belanda merangkap OPCW.
11. Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi, Doha, Qatar.
12. Ibnu Hadi, Hanoi, Viietnam.
13. Alfred Tanduk Palembangan, Havana, Kuba.
14. Wiwiek Setyawati Firman, Helsinski, Finlandia.
15. Iwan Suyudhie Amri, Islamabad, Pakistan.
16. Muhammad Ibnu Said, Kopenhagen, Denmark.
17. Rizal Sukma, London untuk Inggris dan Irlandia.
18. Tito Dos Santos Baptista, Maputo, Mozambique.
19. Mohammad Wahid Supriyadi, Moscow, Rusia.
20. Musthofa Taufik Abdul Latif, Muscat, Oman.
21. R Soehardjono Sastromihardjo, Nairobi, Kenya.
22. Marsekal Madya TNI (Purn) Budhy Santoso, Panama City, Panama.
23. Dian Triansyah Djani, New York untuk utusan tetap PBB.
24. Diennaryati Tjokrisuprihatono, Quito, Ekuador.
25. Agus Maftuh Abegebriel, Riyadh, Arab Saudi.
26. Amelia Achmad Yani, Sarajevo, Bosnia-Herzegovina.
27. I Gede Ngurah Swajaya, Singapura.
28. Sri Astarai Rasjid, Sofia, Bulgaria.
29. R Bagas Hapsoro, Stockholm, Swedia.
30. Octaviano Alimudin, Tehran, Iran.
31. Antonius Agus Sriyono, Vatican.
32. Eddy Basuki, Windhoek, Namibia.
33. Alexander Litaay, Zagreb, Kroasia.
Pilihan:
Di NTT, TNI AU dan Tentara Australia 'Duel' di Udara
SBY: Persoalan Bangsa Bermuara pada Kepemimpinan
Kekuatan Marinir Indonesia Masuk Tiga Besar di Dunia
(maf)