Visa Molor, Ratusan Jamaah Gagal Berangkat

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 10:23 WIB
Visa Molor, Ratusan...
Visa Molor, Ratusan Jamaah Gagal Berangkat
A A A
JAKARTA - Ratusan jamaah haji Indonesia kemarin gagal berangkat sesuai dengan jadwal akibat penerbitan visa yang molor.

Pada pemberangkatan kelompok terbang (kloter) I kemarin, Kementerian Agama (Kemenag) mencatat ada lebih 200 jamaah dari seluruh embarkasi di Indonesia yang gagal berangkat. Penundaan ini dipastikan masih akan terjadi pada kloterkloter berikutnya karena jumlah visa yang jadi hingga Rabu lalu (19/8) baru mencapai sekitar 80% dari total jamaah haji reguler sebanyak 155.200 orang.

Tak hanya itu, seluruh visa untuk haji khusus sebanyak 13.600 orang juga belum ada satu pun yang siap diproses. Akibat penundaan ini, sejumlah jamaah yang telanjur masuk asrama dibuat kecewa. Refolison Djusair Rajo, salah satu jamaah kloter I asal Medan, Sumatera Utara, terpaksa menginap di di Asrama Haji Medan hingga waktu yang belum ditentukan.

Hingga kemarin visa hajinya masih dalam proses di Kedutaan Besar( Kedubes) Arab Saudi di Jakarta. ”Ya mau bagaimana lagi, ini bukan wewenang Kemenag, jadi mau ke mana kita komplain?” ”Intinya harus bersabarlah. Mungkin ini cobaan,” ujar Djusair kemarin.

Sahnil, jamaah asal Parampuan, Kabupaten Lombok Barat, juga kaget karena diberitahu tidak jadi diberangkatkan pada kloter pertama saat acara pelepasan jamaah di Asrama Haji Kota Mataram kemarin. ”Seandainya diberitahu dari awal, mungkin kita tidak sekaget ini. Tapi, apa pun itu, saya serahkan semuanya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Asrama Haji Donohudan Boyolali Jawa Tengah Ahmadi mengungkapkan, terdapat 51 jamaah haji kloter I yang visanya belum turun kemarin. Selain itu visa 17 pendamping haji juga belum tuntas sehingga mereka tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci.

Di Jawa Timur, PPIH mendata ada 6.400-an jamaah yang belum mendapatkan visa hingga kemarin. Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim Mahfud Shodar mengatakan, untuk sementara, jamaah haji yang belum mendapatkan visa akan ditampung di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Dampak Sistem E-Hajj

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengakui masih ada ribuan visa jamaah haji yang hingga kemarin belum tuntas. Menurutnya, masalah penyelesaian visa merupakan kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Kendati demikian, Kemenag berkomitmen jika visa yang tertunda telah keluar, jamaah segera diberangkatkan ke Tanah Suci dengan digabung di kloter berikutnya.

”Sebelumnya kami minta maaf, kami merasa empati dengan jamaah yang tertunda karena belum mendapat visa,” kata Menag kepada wartawan seusai melepas jamaah haji Embarkasi Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi, kemarin.

Menurut Menag, penyebab molornya visa ini akibat adanya perubahan pengurusan visa dengan penerapan sistem e-hajj yang diberlakukan untuk semua negara. Perubahan ini mengakibatkan pengurusan visa lebih lama dibandingkan tahun lalu. ”Dengan sistem e-hajj , proses pemvisaan setiap jamaah haji harus detail datanya, baik penerbangan maupun pemondokan dan lain-lain. Ini sedikit menyulitkan, tapi tahun-tahun depan lebih mudah,” ujarnya.

Menag menegaskan, jamaah yang tertunda bukan berarti tidak akan memperoleh visa. Karena itu pihaknya terus-menerus melakukan kordinasi dengan Kedubes Arab Saudi untuk penyelesaian visa yang masih tersisa. ”Kita harapkan dalam hitungan hari selesai,” katanya.

Pelepasan kloter pertama dilaksanakan mulai kemarin. Sementara closing date penerbangan dijadwalkan pada 17 September mendatang. Dia menegaskan, open seat tidak akan menambah biaya penerbangan karena pembebanan biaya penerbangan dihitung berdasarkan kondisi riil jamaah yang berangkat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Djamil mengatakan, aturan baru e-hajj menemui kendala karena untuk mendapatkan visa bagi jamaah harus melalui tahapan-tahapan pemaketan data jamaah. Tahapan itu antara lain jamaah itu harus sudah jelas mendapatkan hotel di Tanah Suci, termasuk transportasi dan penyedia kateringnya.

Data-data itu kemudian di-upload ke sistem elektronik dan dikirim ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. ”Nah baru itu, lalu akan disetujui oleh Kementerian Haji Arab Saudi, kemudian dikirim disetujui. Tapi kita akan senantiasa melakukan kerja dengan Kedutaan Besar Arab Saudi,” kata mantan Rektor UIN Walisongo Semarang itu.

Belum selesainya pencetakan visa juga diakibatkan libur Hari Raya Idul Fitri di Kedubes Arab Saudi. Kendala lain adalah keterlambatan pengiriman dokumen dari Kanwil Kemenag di daerah ke pusat.

Direktur Urusan Haji Dalam Negeri Kemenag Ahda Darori mengatakan, tertundanya proses pembuatan visa haji itu dikarenakan Kedubes Arab Saudi di Jakarta telah mengubah sistemnya menjadi elektronik (e-hajj ). ”Sistemnya lagi hang sehingga selama 14 hari proses tidak bisa mencetak visa,” ujar dia ketika meninjau keberangkatan kloter I Embarkasi Medan bersama rombongan Komisi VIII DPR di Asrama Haji Medan kemarin.

Untungnya sejak Jumat pekan lalu, sistem baru ini kembali normal. Namun, sayangnya, PPIH tidak bisa memilih visa mana yang harus lebih dahulu dicetak. Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menyayangkan terjadinya penundaan keberangkatan karena jamaah sudah melengkapi persyaratan yang ditentukan. ”Jamaah haji tentu tidak mau tahu soal penundaan ini,” ujarnya.

Anggota Komisi VIII Hamka Haq menilai tertundanya sejumlah jamaah akibat visa yang belum selesai itu bukanlah kelalaian karena memang bukan batal, melainkan penundaan penerbangan. ”Soal visa itu, saya kira ke depan perlu ada peningkatan komunikasi dengan Kedubes Arab Saudi,” kata politikus PDIP itu.

Dia memperkirakan, masalah ini akibat proses pembuatan visa tidak berdasarkan urutan kloter. ”Bisa jadi pihak Saudi tidak mengerjakan sesuai urutan pemberangkatan, tapi digarap begitu saja. Karena itu perlu ada komunikasi tentang dampak dari pengerjaan visa yang tidak melihat urutan pemberangkatan itu,” katanya.

Dicky irawan/ Ihya’ ulumuddin/ Unaifi mas'oed/ant/ Laporan Wartawan KORAN SINDO SUNU HASTORO F MADINAH
(ftr)
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved