Perkuat Sistem Presidensial, Jumlah Parpol Perlu Disederhanakan

Sabtu, 22 Agustus 2015 - 01:05 WIB
Perkuat Sistem Presidensial,...
Perkuat Sistem Presidensial, Jumlah Parpol Perlu Disederhanakan
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR Martin Hutabarat berpendapat untuk memperkuat sistem presidensial maka jumlah parpol dalam sistem multipartai perlu disederhanakan. Pasalnya, banyaknya parpol yang masuk ke parlemen dapat melemahkan posisi presiden sebagai kepala negara, khususnya dalam pengambilan kebijakan.

"Seperti misalnya di Cina, sama-sama presidensial dengan 10 parpol tapi cuma satu yang dominan," kata Martin usai dialog kenegaraan yang bertajuk "Pemilu Serentak Guna Memperkuat Sistem Presidensial" di Hotel Sapadia, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Jumat (21/8/2015).

Namun, lanjutnya, bukan berarti MPR mendorong agar sistem multipartai itu diubah menjadi dua partai. MPR menginginkan agar penyederhanaan jumlah parpol di parlemen terjadi secara alamiah yakni dengan peningkatan ambang batas setiap pemilunya.

"Di tahun 2019 rencana 5% ambang batasnya. Secara alamiah akan terseleksi, kemarin Pemilu 2014 sudah dinaikkan berhasil menyaring jadi 10 partai," jelas Politikus Partai Gerindra itu.

Selain itu, lanjut Martin, nanti Indonesia juga akan melaksanakan Pilpres dan Pileg secara bersama. Ini juga merupakan upaya yang dapat memperkuat sistem presidensial iti sendiri.

Namun, dalam penyelenggaraannya perlu kesadaran semua pihak bahwa itu merupakan hajat bersama untuk memperbaiki sistem. "Harus sadar bersama-sama ini bagian dari usaha kita membangun sistem ketatanegaraan yang lebih baik," tegasnya.

Kendati demikian, Martin menyayangkan bahwa para stakeholder lupa untuk mengatur parpol sebagai pilar utama demokrasi di Indonesia. Padahal, parpol merupakan faktor yang paling dominan di negara ini dalam memutuskan sejumlah kebijakan.

"Agar bagaimana menghasilkan parpol-parpol yang baik untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang baik," pungkasnya.

PILIHAN:
SBY Ungkap Delapan PR Indonesia, Ini Reaksi Istana

Ini Delapan PR Indonesia Versi SBY
(kri)
Berita Terkait
Jagoan PDIP Dikepung...
Jagoan PDIP Dikepung di Pilkada Surabaya
Saatnya Akhiri Praktik...
Saatnya Akhiri Praktik Mahar Politik Pencalonan Kepala Daerah
Politik Dinasti Dinilai...
Politik Dinasti Dinilai Cenderung Destruktif, Ini Sejumlah Faktornya
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Pasangan Calon Wali...
Pasangan Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi - Armuji
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Berita Terkini
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Pemerintah Perkuat Pengelolaan...
Pemerintah Perkuat Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup via BPDLH
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved