Usai Reshuffle JK Optimis Kondisi Indonesia Membaik
Selasa, 18 Agustus 2015 - 08:31 WIB
Usai Reshuffle JK Optimis Kondisi Indonesia Membaik
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melakukan reshuffle (perombakan) beberapa posisi menteri. Namun perombakan menteri ini tentu tidak serta merta bisa memulihkan kondisi Indonesia saat ini.
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyatakan, pihaknya masih melihat dulu kinerja sejumlah menteri yang baru diangkat tersebut.
"Kita lihat nanti ya. Kan tadi ini saya baru bicara dengan Pak Darmin (Darmin Nasution,
Menko Perekonomian) apa yang harus dikerjakan ke depan," kata JK saat wawancara khusus Koran SINDO dengan JK di kediamannya, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2015.
"Mudah-mudahan saja semua menjadi lebih baik. Meskipun mereka sendiri menyadari kondisi saat ini tidak mudah," imbuhnya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini optimis, reshuffle ini akan memberi pengaruh positif bagi perekonomian Indonesia.
"Ya tentu kita harapkan seperti itu. Tapi hasilnya baru tiga bulan nanti akan kita lihat. Kalau sekarang ini, kondisi memang tidak mudah," ungkapnya.
"Itu terjadi juga di negara-negara lain, seperti di Malaysia, Tiongkok, Filipina. Kondisinya seperti itu. Pertumbuhan itu semua menurun sangat drastis seperti di Eropa itu kita lihat habis-habisan, ekonomi Yunani juga sedang terpuruk," pungkasnya.
Pilihan:
Tanda Jasa ke Bimantoro Lukai Hati Nahdliyin & Gusdurian
Atribut PKI di Karnaval, Sutiyoso: Luar Biasa Bodohnya!
Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyatakan, pihaknya masih melihat dulu kinerja sejumlah menteri yang baru diangkat tersebut.
"Kita lihat nanti ya. Kan tadi ini saya baru bicara dengan Pak Darmin (Darmin Nasution,
Menko Perekonomian) apa yang harus dikerjakan ke depan," kata JK saat wawancara khusus Koran SINDO dengan JK di kediamannya, Jakarta, Sabtu 15 Agustus 2015.
"Mudah-mudahan saja semua menjadi lebih baik. Meskipun mereka sendiri menyadari kondisi saat ini tidak mudah," imbuhnya.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini optimis, reshuffle ini akan memberi pengaruh positif bagi perekonomian Indonesia.
"Ya tentu kita harapkan seperti itu. Tapi hasilnya baru tiga bulan nanti akan kita lihat. Kalau sekarang ini, kondisi memang tidak mudah," ungkapnya.
"Itu terjadi juga di negara-negara lain, seperti di Malaysia, Tiongkok, Filipina. Kondisinya seperti itu. Pertumbuhan itu semua menurun sangat drastis seperti di Eropa itu kita lihat habis-habisan, ekonomi Yunani juga sedang terpuruk," pungkasnya.
Pilihan:
Tanda Jasa ke Bimantoro Lukai Hati Nahdliyin & Gusdurian
Atribut PKI di Karnaval, Sutiyoso: Luar Biasa Bodohnya!
(maf)