TV Pasar Modal Dorong Investasi Masuk Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2015 - 09:35 WIB
TV Pasar Modal Dorong...
TV Pasar Modal Dorong Investasi Masuk Indonesia
A A A
JAKARTA - Indonesia membutuhkan investasi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu cara untuk menggenjot investasi adalah dengan mengoptimalkan peran pasar modal.

”Indonesia perlu meningkatkan investasi, salah satunya melalui pasar modal,” ujar CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) kemarin. Sebagai upaya menggairahkan minat masyarakat untuk berinvestasi sekaligus mengembangkan pasar modal Indonesia, MNC Group bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) menghadirkan saluran Indonesia Business and Capital Market (iBCM).

Peluncuran saluran televisi itu dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di BEI, Jakarta, kemarin. Saluran televisi iBCM menghadirkan informasi terkini terkait pasar modal selama 10 jam nonstop di Indovision. Berbagai informasi yang disajikan bisa menjadi acuan bagi para investor domestik maupun mancanegara. ”Semoga iBCM Channel dapat menjadi referensi yang bermanfaat, dan sekaligus membangun pengembangan pasar modal di Indonesia,” imbuh HT.

Direktur Pemberitaan MNC Group Arya Sinulingga menjelaskan, melalui saluran iBCM, investor jadi mengetahui mana saham yang bagus dan tidak. ”Bagaimana kondisi pasar di bursa efek, termasuk bursa secara regional,” paparnya. Dia berharap iBCM ini dapat memberikan dampak positif karena bisa menjadi acuan investor domestik maupun internasional untuk bisa memilih produk investasi di pasar modal secara tepat.

”Tayangan ini juga merupakan cara kami untuk menyosialisasikan bursa efek di Indonesia, karena pemain lokal masih sedikit,” ungkapnya. Harapan serupa diungkapkan Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad. Menurutnya, iBCM bukan hanya menjadi sumber informasi bagi masyarakat di dalam negeri, melainkan juga mancanegara.

”Saluran TV ini juga akan ditayangkan di beberapa negara untuk mendistribusikan informasi mengenai pasar modal Indonesia,” tutur Muliaman. Peluncuran iBCM Channel ini bertepatan dengan peringatan 38 tahun diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia. Sementara itu Presiden Jokowi mendorong agar perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) memperoleh dana infrastruktur jangka panjang melalui pasar modal.

Namun, menurutnya diperlukan perlindungan dan kepastian dari OJK maupun BEI untuk meningkatkan minat investor sehingga mau menambahkan nilai investasinya. Pembenahan diri oleh pemerintah dan memperkuat investor domestik, diharapkan membuat pasar modal Tanah Air menjadi lebih kokoh. ”Saya menyambut baik kenaikan perlindungan investor dari Rp25 juta menjadi Rp100 juta. OJK dan BEI juga harus memberikan sanksi yang serius tanpa pandang bulu di dunia investasi,” ujar Presiden Jokowi.

Heru febrianto
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved