Jokowi Akui Masih Ada Permainan di Birokrasi
Minggu, 09 Agustus 2015 - 12:39 WIB
Jokowi Akui Masih Ada Permainan di Birokrasi
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui kinerja aparatur negara masih lambat. Misalnya dalam persoalan pengurusan perizinan.
Menurutnya, pengurusan perizinan bisa cepat selesai ketika ada pemimpin bersangkutan menegur. Selain itu, kata dia, persoalan pengurusan perizinan juga cepat selesai jika ada sesuatu yang menguntungkan bagi aparatur negara tersebut.
"Mulai rumah, kantor hingga membangun kawasan. Masyarakat inginnya cepat tapi harus memberikan sesuatu agar urusannya beres. Birokrasi kita yang masih mendorong untuk mempersulit bahkan ada yang mengabaikan, karena merasa kuasa atau justru tidak peduli," ujar Jokowi di ketika membuka acara pelantikan pengurus dan rapat kerja I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di Balai Kartini, Jakarta, Sabut, 8 Agustus 2015 malam.
Dia mengingatkan, era persaingan seperti sekarang diperlukan kecepatan dan kecerdasan. Menurutnya, membangun kemandirian harus dibarengi dengan kesadaran terhadap kelemahan yang dimiliki.
"Agar proses pembelajaran dan alih teknologi cepat dikuasai. Di bawah kepemimpinan Ade Komarudin, saya berharap SOKSI meneruskan pengabdiannya kepada rakyat, negara dan bangsa," tukasnya.
Baca: JK Pimpin Rapat Reformasi Birokrasi.
Menurutnya, pengurusan perizinan bisa cepat selesai ketika ada pemimpin bersangkutan menegur. Selain itu, kata dia, persoalan pengurusan perizinan juga cepat selesai jika ada sesuatu yang menguntungkan bagi aparatur negara tersebut.
"Mulai rumah, kantor hingga membangun kawasan. Masyarakat inginnya cepat tapi harus memberikan sesuatu agar urusannya beres. Birokrasi kita yang masih mendorong untuk mempersulit bahkan ada yang mengabaikan, karena merasa kuasa atau justru tidak peduli," ujar Jokowi di ketika membuka acara pelantikan pengurus dan rapat kerja I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di Balai Kartini, Jakarta, Sabut, 8 Agustus 2015 malam.
Dia mengingatkan, era persaingan seperti sekarang diperlukan kecepatan dan kecerdasan. Menurutnya, membangun kemandirian harus dibarengi dengan kesadaran terhadap kelemahan yang dimiliki.
"Agar proses pembelajaran dan alih teknologi cepat dikuasai. Di bawah kepemimpinan Ade Komarudin, saya berharap SOKSI meneruskan pengabdiannya kepada rakyat, negara dan bangsa," tukasnya.
Baca: JK Pimpin Rapat Reformasi Birokrasi.
(kur)