Sudah Tidak Zaman Pasal Penghinaan Dihidupkan Lagi

Minggu, 09 Agustus 2015 - 05:32 WIB
Sudah Tidak Zaman Pasal...
Sudah Tidak Zaman Pasal Penghinaan Dihidupkan Lagi
A A A
JAKARTA - Usulan menghidupkan kembali pasal penghinaan presiden dalam revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) mendapatkan respons dari banyak pihak.

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) adalah satu kelompok yang tidak setuju bila pasal tersebut dihidupkan kembali.

Ketua Formappi Sebastian Salang mengatakan, upaya menghidupkan pasal penghinaan presiden dapat berpotensi mengancam demokrasi di Indonesia.

Menurutnya, dihidupkannya pasal itu sama saja membawa Indonesia ke zaman otoriter. Dia pun tak mau terlalu larut dengan klaim pemerintah yang menyebut pasal penghinaan presiden telah diusulkan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini bukan soal diajukan oleh rezim siapa. Menghidupkan pasal penghinaan presiden di alam demokrasi semacam ini sudah tidak tepat," kata Sebastian di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 8 Agustus 2015.

"Kalau masih ada yang mendorong pasal penghinaan itu, dia punya mimpi untuk kembali ke negara otoriter. Mimpi seperti ini sebaiknya jangan dilanjutkan," imbuhnya.

Sebelumnya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai peluang pasal penghinaan presiden masuk KUHP kecil.

"(Pasal penghinaan presiden) Itu sudah ramai dibicarakan. Seharusnya tak diajukan kembali. Itu sudah pernah diputus oleh MK," kata Mahfud MD seusai menghadiri peluncuran program 5.000 Alumni UII Pulang Kampus, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Pilihan:

Kasus Suap Hakim, Akhirnya Kaligis Akui Kenal Gatot dan Evi

Jokowi Kaget di Muktamar NU Kiai Kok Pakai Jas dan Dasi
(maf)
Berita Terkait
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP...
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP Jadi Sorotan
Guru Besar UNM Sebut...
Guru Besar UNM Sebut 2026 Jadi Pembuktian Tansformasi Hukum Indonesia
Pengamat Nilai RKUHAP...
Pengamat Nilai RKUHAP 2025 dan KUHP Nasional Tak Sinkron
DPR: KUHP dan KUHAP...
DPR: KUHP dan KUHAP Baru Pastikan Hanya Orang Jahat yang Dipenjara
Polri Pedomani KUHP-KUHAP...
Polri Pedomani KUHP-KUHAP Baru yang Berlaku Hari Ini
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Berita Terkini
Oegroseno Buka Suara...
Oegroseno Buka Suara usai Absen dari Panggilan Kortas Tipidkor: Datang Harus Bawa Data
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Kasus Pembunuhan Sesama...
Kasus Pembunuhan Sesama WNI di Armenia, Kemlu: 2 Orang Dibebaskan, 4 Masih Diperiksa
KPK Periksa Sekjen Kementerian...
KPK Periksa Sekjen Kementerian ATR/BPN dan Pejabat Kemenhut terkait Kasus Bupati Kuansing
Soal Jet Pribadi saat...
Soal Jet Pribadi saat Kunker, Menteri PU: Itu Pesawat Negara, Dioperasikan Kemenhub
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Infografis
5 Ayat Al Quran dan...
5 Ayat Al Quran dan Hadis tentang Kiamat Sudah Dekat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved