Pendaftar Haji Naik 500.000 Orang per Tahun
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 10:06 WIB
Pendaftar Haji Naik 500.000 Orang per Tahun
A
A
A
SOLO - Animo masyarakat Indonesia untuk naik haji terus meningkat. Setiap tahun jumlah orang yang mendaftar untuk menunaikan rukun Islam kelima ini meningkat mencapai 500.000 orang.
Jika kuotanya tidak ditambah, antrean bakal semakin panjang. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama(Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, kuota haji untuk Indonesia tahun ini mencapai 168.800 atau mengalami pemangkasan 20% sebagai dampak renovasi bangunan di seputar kawasan Masjidilharam.
Jumlah itu dibagi untuk kuota reguler sebesar 155.200 dan 13.600 orang untuk haji khusus. Dia memperkirakan tahun depan kuota haji Indonesia bakal kembali normal seiring dengan selesainya renovasi bangunan di seputar kawasan Masjidilharam. Jika kembali normal, kuota haji bakal mencapai 211.000 orang, terdiri atas 194.000orangkuotahajireguler dan 17.000 kuota haji khusus.
”Sebagai contoh, daftar tungguhajiKalimantanTimurhingga 20 tahun, Sulawesi Selatan 27 tahun, dan Jawa Tengah 19 tahun,” katanya seusai pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Solo di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, kemarin.
Menurut dia, Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga terbesar jumlah jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini, yakni 23.000 orang. Adapun urutan kedua Jawa Barat sebanyak 27.000 orang dan Jawa Timur 30.000 orang. Menjelang keberangkatan haji kloter I, pemerintah memastikan katering makanan untuk jamaah haji akan diawasi ketat sejak mulai berangkat di pesawat hingga di Tanah Suci.
Kemenag melakukan meal test atau mengecek langsung menu katering yang akan disajikan kepada jamaah di pesawat, termasuk jenis makanan apa yang disuguhkan. Selama penerbangan, jamaah akan mendapatkan dua kali sajian menu, yakni satu jam setelah terbang dan dua jam sebelum mendarat.
Saat di Arab Saudi nanti juga akan dilakukan pengecekan ulang terhadap katering yang disajikan. Selain katering, pengurusan dokumen juga sedang dikebut. Sebagian dokumen jamaah kini tengah diproses di Kedutaan Arab Saudi dan diharapkan siap saat pemberangkatan pertama jamaah kloter I.
Mereka terus berupaya meningkatkan pelayanan haji setiap tahun, termasuk performa pemberangkatan tepat waktu yang sejauh ini sudah mencapai 96%. Kondisi jamaah menjadi perhatian utama karena secara statistik ada yang tidak tamat SD hingga yang berpendidikan S-3. Bahkan, tercatat jamaah yang berpendidikan dasar mencapai 40%.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Arab Saudi nanti, jamaah akan mendapatkan botol semprotan air untuk mendinginkan tubuh di tempat terbuka. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Tengah Ahmadi melanjutkan, tercatat ada 74 kloter yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Solo.
Jadwal pemberangkatan jamaah mulai 21 Agustus dan berlangsung selama 28 hari. Adapun kepulangan jamaah pada Oktober mendatang.
Ary wahyu wibowo
Jika kuotanya tidak ditambah, antrean bakal semakin panjang. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama(Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, kuota haji untuk Indonesia tahun ini mencapai 168.800 atau mengalami pemangkasan 20% sebagai dampak renovasi bangunan di seputar kawasan Masjidilharam.
Jumlah itu dibagi untuk kuota reguler sebesar 155.200 dan 13.600 orang untuk haji khusus. Dia memperkirakan tahun depan kuota haji Indonesia bakal kembali normal seiring dengan selesainya renovasi bangunan di seputar kawasan Masjidilharam. Jika kembali normal, kuota haji bakal mencapai 211.000 orang, terdiri atas 194.000orangkuotahajireguler dan 17.000 kuota haji khusus.
”Sebagai contoh, daftar tungguhajiKalimantanTimurhingga 20 tahun, Sulawesi Selatan 27 tahun, dan Jawa Tengah 19 tahun,” katanya seusai pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Solo di Hotel Sunan Solo, Jawa Tengah, kemarin.
Menurut dia, Jawa Tengah menduduki peringkat ketiga terbesar jumlah jamaah haji yang akan diberangkatkan tahun ini, yakni 23.000 orang. Adapun urutan kedua Jawa Barat sebanyak 27.000 orang dan Jawa Timur 30.000 orang. Menjelang keberangkatan haji kloter I, pemerintah memastikan katering makanan untuk jamaah haji akan diawasi ketat sejak mulai berangkat di pesawat hingga di Tanah Suci.
Kemenag melakukan meal test atau mengecek langsung menu katering yang akan disajikan kepada jamaah di pesawat, termasuk jenis makanan apa yang disuguhkan. Selama penerbangan, jamaah akan mendapatkan dua kali sajian menu, yakni satu jam setelah terbang dan dua jam sebelum mendarat.
Saat di Arab Saudi nanti juga akan dilakukan pengecekan ulang terhadap katering yang disajikan. Selain katering, pengurusan dokumen juga sedang dikebut. Sebagian dokumen jamaah kini tengah diproses di Kedutaan Arab Saudi dan diharapkan siap saat pemberangkatan pertama jamaah kloter I.
Mereka terus berupaya meningkatkan pelayanan haji setiap tahun, termasuk performa pemberangkatan tepat waktu yang sejauh ini sudah mencapai 96%. Kondisi jamaah menjadi perhatian utama karena secara statistik ada yang tidak tamat SD hingga yang berpendidikan S-3. Bahkan, tercatat jamaah yang berpendidikan dasar mencapai 40%.
Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Arab Saudi nanti, jamaah akan mendapatkan botol semprotan air untuk mendinginkan tubuh di tempat terbuka. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Tengah Ahmadi melanjutkan, tercatat ada 74 kloter yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Solo.
Jadwal pemberangkatan jamaah mulai 21 Agustus dan berlangsung selama 28 hari. Adapun kepulangan jamaah pada Oktober mendatang.
Ary wahyu wibowo
(ftr)