Lapas Anak Berubah Jadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak

Selasa, 04 Agustus 2015 - 19:27 WIB
Lapas Anak Berubah Jadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Lapas Anak Berubah Jadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak
A A A
BANDUNG - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM merubah Lembaga Pemasyarakatan Anak (Lapas Anak) menjadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Hal ini sejalan dengan berubahnya perlakuan hukum terhadap anak-anak dalam sistem peradilan.

Sekjen Kementerian Hukum dan HAM Bambang Rantam mengatakan, perubahan ini ditandai juga dengan berubahnya sistem perlakuan anak, sehingga dalam pembinaan dan bimbingan anak akan berbasis budi pekerti. Hal ini dilatarbelakangi juga dengan baru adanya 20 Lapas khusus anak di Indonesia.

Sedangkan ada 3.276 kasus anak yang berkonflik dengan hukum dan berdasarkan data dari Direktorat Bina Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak Ditjen Pemasyarakatan, ada 59,31% diantaranya harus rela berbagi tempat dengan warga binaan dewasa.

Tak hanya itu, dalam sistem tersebut dihasilkan juga 10 isi konvensi yang berkenaan dengan pendidikan, pembinaan, dan pengembangan anak baik dari segi pendidikan formal maupun informal.

Hasil kerjasama pemerintahan maupun lembaga non pemerintah ini pun menghasilkan 10 prinsip pembinaan anak.

"Didalamnya mencakup soal pendidikan, pembinaan, bimbingan dan pengembangan anak yang berbasis budi pekerti," ujarnya usai mengisi Konferensi Peduli Anak yang bertajuk Perubahan Sistem Perlakuan Anak Berhadapan dengan Hukum yang Ramah Berbasis Budi Pekerti di Lapas Anak Bandung, Jalan Sukamiskin, Selasa (4/8/2015).

Dengan sistem ini, kata Bambang, anak yang mengalami pelanggaran hukum baik dalam kasus kesusilaan, perkelahian, dan sebagainya, itu sangat dipengaruhi dari pendidikannya.

Untuk itu, sistem ini sangat menekankan pendidikan moral dan sopan santun. Untuk mendukung hal tersebut, salah satunya dengan disediakannya sekolah terbuka.

Hal tersebut diamini Direktur Bimbingan Pemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Kementerian Hukum dan HAM Priyadi.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1486 seconds (11.97#12.26)