Buka Pandangan, dan Benahi yang Ada

Sabtu, 11 Juli 2015 - 08:57 WIB
Buka Pandangan, dan...
Buka Pandangan, dan Benahi yang Ada
A A A
Berbicara mengenai infrastruktur transportasi tentu tidak lepas kaitannya dengan ketersediaan moda transportasi yang mampu memfasilitasi masyarakatnya.

Surabaya sebagai kota berpenduduk 2.765.487 jiwa pada 2010 juga tidak lepas dari permasalahan penyediaan moda transportasi. Padahal, sebagai kota metropolitan kedua terbesar setelah Jakarta, Surabaya memiliki potensi yang amat besar dalam mendorong kemajuan berbagai bidang di skala nasional. Angkutan umum yang tersedia di Surabaya sebenarnya begitu beragam.

Salah satu yang populer dimasyarakat adalah lyn (bemo). Dengan jumlah lyn yang beroperasi, menurut data Badan Pusat Statistik Kota Surabaya pada 2014 adalah 2150 buah. Selain itu, terdapat pula bus kota, taksi, dan berbagai alternatif lain yang biasanya menemani masyarakat dalam kesehariannya. Meskipun begitu, keberadaannya seakan tidak berfungsi optimal.

Pada zaman yang sudah serba modern ini, orangorang lebih menghendaki hal yang praktis dan nyaman, bukan hanya layak guna. Waktu tunggu lyn dan bus kota yang lama, efisiensi waktu, kemudahan akses dan tarif menjadi alasan utama mengapa transportasi di Kota Surabaya harus dibenahi. Tentunya, Surabaya harus segera bersiap sedini mungkin.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 yang sebentar lagi berlangsung akan menjadi tantangan baru bagi seluruh elemen yang ada. Dengan infrastruktur transportasi yang ada sekarang, jika tanpa ada perbaikan, akan sulit untuk mampu bersaing dengan negara Asia Tenggara lain.

Semua pihak baik Pemerintah Kota Surabaya, pebisnis, investor, pun masyarakat hendaknya bisa berkolaborasi membuka pandangan. Kehidupan akan terus tumbuh dan berkembang, apa-apa yang tidak beres bisa menjadi acuan untuk berbenah diri. Misalnya, berpandangan terbuka akan campur tangan teknologi yang sudah semakin mempermudah berbagai aktivitas.

Contoh nyatanya ketika Go-Jek dan Uber Taxi yang mulai merambah bisnis transportasi di kota-kota besar Indonesia. Dengan begitu, orang-orang akan terbuka pandangannya tentang masa depan, sehingga tidak ada lagi kalangan yang beranggapan mereka mencari nafkah hanya untuk makan di hari itu juga dan melupakan hari-hari esok.

Muhammad Ridha Tantowi
Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
(ftr)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved