Pentingnya Membangun Konektivitas Nasional

Kamis, 02 Juli 2015 - 08:47 WIB
Pentingnya Membangun...
Pentingnya Membangun Konektivitas Nasional
A A A
Sabrin Dyah N
Mahasiswi Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis

Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, khususnya dalam keterbatasan penyediaan infrastruktur untuk mendorong aktivitas perekonomian, baik penyediaan barang (manufaktur) maupun jasa (pariwisata).

Berdasarkan data yang diperoleh dari Global Competitiveness Report 2015, keterbatasan infrastruktur juga salah satu faktor yang dapat menghambat kemudahan dalam melakukan usaha di Indonesia. Tetapi, di sisi lain pendanaan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan penyediaan infrastruktur juga terbatas.

Karena itu, langkah penting yang dapat dilakukan pemerintah adalah bekerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme public private partnership dalam pemenuhan investasi infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, maupun jalan tol sehingga aktivitas perekonomian dapat semakin produktif. Apabila kondisi infrastruktur untuk mendorong kelancaran arus barang dan jasa sudah terpenuhi dengan baik, diharapkan akan tercipta integrasi antarwilayah yang dapat memperkuat konektivitas nasional.

Terdapat tiga prinsip konsep konektivitas terkait pembangunan nasional. Pertama, memaksimalkan pertumbuhan melalui kesatuan kawasan, bukan keseragaman (inclusive development) dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan. Kedua, memperluas pertumbuhan melalui konektivitas wilayah-wilayah melalui inter-moda supply chain system yang menghubungkan hinterland dan yang tertinggal dengan pusat-pusat pertumbuhan.

Ketiga, mencapai pertumbuhan inklusif dengan menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur dan pelayanan dasar dalam mendapatkan manfaat pembangunan (Bappenas 2015). Dengan demikian, ketersediaaninfrastruktur yang dapat menghubungkan antara pusat pertumbuhan dan wilayah sekitarnya sangat diperlukan agar tidak terjadi ketimpangan.

Keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah ketimpangan, khususnya di kawasan timur Indonesia, juga terlihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 yang memprioritaskan pada peningkatan fungsi dan peran perhubungan laut dalam menunjang aktivitas perekonomian. Perlu ada kerja keras dalam membenahi infrastruktur misalnya dengan meningkatkan belanja pemerintah untuk kegiatan yang produktif seperti penyediaan infrastruktur.

Pemerintah juga harus berani menghapus kebijakan-kebijakan yang dinilai populer agar pembangunan wilayah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta meningkatkan potensi kekayaan alam dapat terealisasi dengan baik.

(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved