Membukukan Kinerja Positif

Selasa, 30 Juni 2015 - 08:55 WIB
Membukukan Kinerja Positif
Membukukan Kinerja Positif
A A A
DI TENGAH rendahnya harga minyak global yang terjadi sejak beberapa bulan lalu, PT Pertamina (Persero) tetap membukukan kinerja positif.

Pada kuartal I 2015, laba bersih Pertamina tercatat mencapai USD28 juta. Kinerja keuangan dalam periode tiga bulan pertama 2015 juga terus menguat dengan membukukan pendapatan USD10,67 miliar dengan EBITDA USD1,25 miliar.

“Rendahnya harga minyak mentah dunia seperti saat ini sungguh menantang dan memerlukan kerja keras untuk mengatasi tantangan tersebut. Alhamdulillah, dengan tekad kuat untuk melakukan usaha terbaik, Pertamina berhasil membukukan kinerja positif dengan tren terus menguat,” kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto beberapa waktu lalu.

Sepanjang periode Januari-Maret 2015, Pertamina mencatat produksi minyak sebesar 248,4 MBOPD dan 1,63 BSFD. Produksi ini diharapkan meningkat seiring dengan peningkatan produksi minyak dari Blok Cepu, di mana Pertamina melalui anak perusahaan PT Pertamina EP Cepu menguasai hak partisipasi sebesar 45%. Sementara untuk kinerja bisnis transportasi dan niaga gas juga menunjukkan tren meningkat.

Transportasi gas perusahaan mencapai 1.414 mmscfd sedangkan niaga gas 114,5 mmscfd yang utamanya dipicu oleh beroperasinya fasilitas regasifikasi Arun dan pipa transmisi Arun-Belawan. Bisnis di sektor hilir minyak juga positif dengan sokongan utama pada pertumbuhan penjualan BBM nonsubsidi dan juga pelumas Pertamina.

Penyelesaian proyek Residual Fuel Catalytic Cracker Cilacap serta upgrading unit produksi pelumas pada kuartal II 2015 diharapkan dapat mendorong penjualan produk minyak nonsubsidi terus meningkat. Selain tumbuh positif kinerja operasi perusahaan, Pertamina juga sukses melakukan efisiensi dengan nilai total sebesar USD95,95 juta.

Efisiensi tersebut diperoleh dari renegosiasi kontrak pengadaan minyak sebesar USD27 juta, pengurangan cost fee dan alpha import setelah perubahan proses pengadaan minyak dan produk minyak senilai USD22 juta serta optimalisasi aset penunjang senilai USD0,154 juta. Adapun, efisiensi yang diperoleh dari program marketing operation excellence mencapai USD46,89 juta.

Nanang wijayanto
(ars)
Berita Terkait
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Sebut TKW Mirip Lipsus Orde Baru, Bakal Merembet ke Lembaga Lain
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
5 Dampak Positif yang...
5 Dampak Positif yang Didapat Houthi karena Serangan Koalisi AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved