Gali Ide di Tengah Pelemahan Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2015 - 08:46 WIB
Gali Ide di Tengah Pelemahan...
Gali Ide di Tengah Pelemahan Ekonomi
A A A
Meski masih dibayangi dampak pelemahan ekonomi, produsen jamu dan farmasi meyakini masih ada ruang pertumbuhan yang baik pada paruh kedua 2015.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengatakan, pelemahan ekonomi pada kuartal I/2015 sangat terasa dampaknya.

Pada kuartal I/2015 penjualan jamu hanya tumbuh sekitar 3-4% atau jauh menurun dibanding kondisi 2-3 tahun lalu yang pertumbuhannya mendekati dua digit. Tingkat pertumbuhan 4% diproyeksikan berlanjut hingga semester I/2015. “Penurunan pertumbuhan penjualan jamu ini paralel dengan sektor lainnya yang rata-rata memang mengalami penurunan.

Penjualan minuman juga luar biasa turun,” ucap Irwan. Kendati demikian, Irwan tetap optimistis prospek pertumbuhan industri ini ke depan masih positif, terlebih bahan baku untuk industri jamu berasal dari dalam negeri sehingga tidak terpengaruh kondisi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Di tengah pelemahan ekonomi, kami harus menyiasati dengan mencari ide-ide baru. Selain itu, bekerjalah sebaik dan sejujur mungkin,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, kinerja usaha emiten berkode SIDO itu memang mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan SIDO dalam dua tahun terakhir, di antaranya untuk produk minuman berenergi yang terus merosot, yaitu dari Rp223 miliar pada kuartal I/2013 menjadi Rp192 miliar pada kuartal I/2014 dan Rp136 miliar pada kuartal I/2015.

Hal yang sama juga terjadi pada produk minuman dan permen. “Untuk minuman kesehatan bisa dibilang stagnan karena dari kuartal I tahun 2013, 2014 dan 2015 tumbuhnya tipis sekali, yaitu Rp42,7 miliar, Rp42,8 miliar, dan terakhir Rp42,4 miliar,” ujarnya.

Kendati demikian, bergabungnya PT Berlico Mulia Farma ke grup Sido Muncul telah menyumbang pendapatan baru dari produk farmasi yang jumlahnya lumayan besar, yaitu Rp21,33 miliar. Untuk laba bersih kuartal I/2015 mencapai Rp118,03 miliar atau tumbuh tipis 1,83% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2014 yaitu Rpp115,91 miliar.

Walaupun kinerja secara keseluruhan mengalami penurunan, laba bersih tidak ikut menurun tajam lantaran beban usaha yang mengalami penurunan cukup besar yaitu 26,6% menjadi Rp56,22 miliar dari laba bersih kuartal I/2014, yaitu Rp76,66 miliar.

Selain itu, beban pokok juga mengalami penurunan dari Rp323,92 miliar menjadi Rp314,80 miliar

Inda susanti
(ars)
Berita Terkait
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Sebut TKW Mirip Lipsus Orde Baru, Bakal Merembet ke Lembaga Lain
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved