Australia Luncurkan Strategi Diplomasi Olahraga

Selasa, 30 Juni 2015 - 08:03 WIB
Australia Luncurkan...
Australia Luncurkan Strategi Diplomasi Olahraga
A A A
CANBERRA - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop kemarin meluncurkan strategi diplomasi olahraga.

Diplomasi bukan hanya masalah negosiasi dan lobi, tetapi juga mengenai popularitas suatu negara di mata internasional. ”Olahraga merupakan bagian penting dalam seni diplomasi,” kata Bishop dalam pembukaan strategi diplomasi olahraga yang di hadiri atlet Australia di Gedung Parlemen pekan lalu.

”Olahraga memiliki kekuatan untuk meredam perbedaan budaya dan politik serta menjembatani jurang perbedaan yang sangat dalam,” imbuhnya. Diplomasi olahraga menjadi bagian penting seiring dengan majunya perkembangan industri olahraga. Olahraga juga menjadi bahasa universal yang mampu menunjukkan peran unik identitas, nilai, dan budaya Australia. ”Nilai olahraga seperti kompetisi, kerja sama, dan fair play dapat membangun kepercayaan antarnegara dan menciptakan persatuan,” ungkap Bishop.

Adapun strategi diplomasi olahraga yang diusung Australia antara lain program pertukaran atlet dan pelatih untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, pemberian beasiswa pendidikan bagi pengurus organisasi olahraga. Berbagi pengalaman tentang industri olahraga di Australia juga merupakan hal penting. Apalagi pengembangan obat dan nutrisi olahraga juga menjadi hal penting. Teknologi olahraga juga menjadi ajang yang perlu dikembangkan bersama.

Sebenarnya, tujuan utama diplomasi keluarga adalah untuk memberikan kesempatan mendapatkan informasi dan meningkatkan kerja sama antarpemuda. Nantinya, diplomasi tersebut dapat memaksimalkan kerja sama investasi dan pariwisata. Dalam pidatonya, Bishop menceritakan pengalamannya ketika olahraga dapat menjadi alat diplomasi yang efektif dan efisien. Ketika di perbatasan Mozambik, dia bertemu dengan penjahat saat mengunjungi peternakan. ”Saya dikenalkan kepada pemimpin gang. Ternyata si ketua geng menduga saya adalah orang Inggris,” kata Bishop.

Dia menjelaskan lagi bahwa dia orang Australia. Ketua geng itu memandangi Bishop dari ujung kaki hingga rambut. ”Ketua geng itu langsung berkata, ‘Anda pasti mengenal Shane Warne (pemain kriket legendaris),” katanya. Dia mengungkapkan saat itu juga langsung dibebaskan.

Laporan Wartawan Koran Sindo
Andika Hendra M
Australia
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Dukung Dokter Tifa di...
Dukung Dokter Tifa di PN Jaktim, Roy Suryo Soroti Tersangka yang Dapat Restorative Justice
Lukashenko Jadi Presiden...
Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Nginap di Istana Negara
Profil Christina Endarwati...
Profil Christina Endarwati Ketua Majelis Hakim Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Hakim Tolak JPU soal...
Hakim Tolak JPU soal Uang Pengganti Rp4,8 Triliun ke Nadiem, Rekomendasikan Jalur TPPU
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved