KIH Segera Bertemu Jokowi Bahas Reshuffle Kabinet
Kamis, 25 Juni 2015 - 12:42 WIB
KIH Segera Bertemu Jokowi Bahas Reshuffle Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam minggu ini. Apakah pertemuan ini akan membahas isu reshuffle kabinet?
"Kita memang melakukan pertemuan rutin dengan presiden setiap bulannya. Tapi masih melihat apa dua atau tiga hari ke depan waktunya. Banyak halnya yang akan dibicarakan. Isu-isu update. Oleh karena itu, kita masih menunggu kapan waktunya dekat ini," ujar Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella saat dihubungi wartawan, Kamis (25/6/2015).
Namun, Rio tak menampik jika pertemuan tersebut akan membahas reshuffle menteri Kabinet Kerja yang ada dalam pemerintahan Jokowi. "Ya pasti banyak hal. Namanya mendiskusikan isu-isu terkini. Mungkin memang akan bicarakan reshuffle juga," jelasnya.
Terkait reshuffle, Nasdem akan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, kuncinya ada dalam evaluasi yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Apakah kebutuhan hari ini memang harus dilakukan reshuffle atau tidak. Kalau evaluasi dari presiden belum keluar, jangan kami yang mendahulukan menyatakan perlu atau tidak. Jadi hasil putusan reshuffle adalah dievaluasi dan total kinerja kabinet," ucap Rio.
Sementara terkait jatah menteri yang diminta oleh PDIP, kata Rio, itu adalah hak Presiden Jokowi. Apapun nantinya keputusan yang diambil, Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.
"Ya itu permintaan PDIP. Nanti terserah presiden nanti. Nasdem itu ikut-ikut saja. Mau diapakan, dikurangi, ditambahi, terserah, itu hak prerogatifnya presiden," jelasnya.
Rio menambahkan, memang terdapat beberapa hal mendesak agar Presiden Jokowi menaruh perhatian besar pada kementerian bidang ekonomi yang dianggap kinerjanya kurang memuaskan.
"Para kementerian di sini harus kerja keras lebih dari yang lain, mengantisipasi dampak ekonomi global. Pak Menteri Koordinator Sofyan Djalil juga sudah mengatakan akan menghitung ulang target pencapaiannya. Karena itu, ini yang harus bekerja keras," tandasnya.
PILIHAN:
PKB Nilai Hak PDIP Minta Tambah Jatah Menteri
Pengamat Sarankan Jokowi Ganti Menteri Rini
"Kita memang melakukan pertemuan rutin dengan presiden setiap bulannya. Tapi masih melihat apa dua atau tiga hari ke depan waktunya. Banyak halnya yang akan dibicarakan. Isu-isu update. Oleh karena itu, kita masih menunggu kapan waktunya dekat ini," ujar Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella saat dihubungi wartawan, Kamis (25/6/2015).
Namun, Rio tak menampik jika pertemuan tersebut akan membahas reshuffle menteri Kabinet Kerja yang ada dalam pemerintahan Jokowi. "Ya pasti banyak hal. Namanya mendiskusikan isu-isu terkini. Mungkin memang akan bicarakan reshuffle juga," jelasnya.
Terkait reshuffle, Nasdem akan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi. Menurutnya, kuncinya ada dalam evaluasi yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Apakah kebutuhan hari ini memang harus dilakukan reshuffle atau tidak. Kalau evaluasi dari presiden belum keluar, jangan kami yang mendahulukan menyatakan perlu atau tidak. Jadi hasil putusan reshuffle adalah dievaluasi dan total kinerja kabinet," ucap Rio.
Sementara terkait jatah menteri yang diminta oleh PDIP, kata Rio, itu adalah hak Presiden Jokowi. Apapun nantinya keputusan yang diambil, Nasdem menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi.
"Ya itu permintaan PDIP. Nanti terserah presiden nanti. Nasdem itu ikut-ikut saja. Mau diapakan, dikurangi, ditambahi, terserah, itu hak prerogatifnya presiden," jelasnya.
Rio menambahkan, memang terdapat beberapa hal mendesak agar Presiden Jokowi menaruh perhatian besar pada kementerian bidang ekonomi yang dianggap kinerjanya kurang memuaskan.
"Para kementerian di sini harus kerja keras lebih dari yang lain, mengantisipasi dampak ekonomi global. Pak Menteri Koordinator Sofyan Djalil juga sudah mengatakan akan menghitung ulang target pencapaiannya. Karena itu, ini yang harus bekerja keras," tandasnya.
PILIHAN:
PKB Nilai Hak PDIP Minta Tambah Jatah Menteri
Pengamat Sarankan Jokowi Ganti Menteri Rini
(kri)