Margriet Ngotot Tidak Terlibat

Rabu, 24 Juni 2015 - 10:09 WIB
Margriet Ngotot Tidak...
Margriet Ngotot Tidak Terlibat
A A A
DENPASAR - Episode pengungkapan kasus pembunuhan Engeline tampaknya masih panjang. Meski tersudut dengan hasil lie detector tersangka Agustinus Tai Hamadai, Margriet Christina Megawe, ngotot mengaku tak terlibat pembunuhan.

Melalui kuasa hukumnya, Jefry Kam, Engeline tidak akan mengubah berita acara pemeriksaan (BAP) yang pertama diperiksa hingga terakhir. ”Klien kami tetap bertahan dengan apa yang diberitakan pada pertama kali. Ibu Margriet tidak akan mengubah apa pun,” ucap Jefry di Mapolda Bali, Denpasar, Bali, kemarin. Dia menyatakan, Margriet juga membantah terkait pembunuhan Engeline seperti yang disampaikan Agustinus, mantan pembantunya.

Malah dia sempat geleng-geleng kepala mendengar keterangan Agus yang menyebut dirinya sebagai pelaku pembunuhan Engeline. ”Klien kami sudah menjelaskan, dia tidak tahu-menahu kasus pembunuhan yang menimpa anak angkatnya,” kata Jefry. Keterangan tersangka Agustinus pada BAP terakhir menyatakan bahwa Margrietlah yang telah membunuh Engeline.

Berdasarkan keterangan Agus, Margriet pula yang memerintahkan dia memerkosa Engeline saat dalam kondisi kritis. ”Kami tidak tahu hasil lie detector itu bohong atau tidak. Untuk hasil tersangka AG, kami juga tidak mengetahuinya karena hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Polda Bali,” sebutnya.

Sebelum itu Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie menyatakan bahwa hasil lie detector tersangka Agus banyak kebenarannya. Keterangan tersangka warga Sumba itu dari awal hingga akhir bisa dijadikan berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai acuan. Hasil itu juga akan diserahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU). ”Hasil uji kebohongan itu masih akan diperkuat lagi dengan fakta-fakta dan bukti yang ada,” katanya.

Meski begitu, Ronny mengungkapkan, saat ini belum ada tersangka baru untuk kasus pembunuhan Engeline, kecuali satu tersangka Agustinus. Menurut dia, pihaknya masih menunggu hasil Laboratorium Forensik Puslabfor dan tim Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Mabes Polri. Dia menambahkan, polisi telah mengambil bercak darah dan sidik jari yang ditemukan di rumah Margriet di Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar.

”Penyidik masih harus melengkapi hasil laboratorium forensik yakni pemeriksaan secara kimiawi forensik,” kata Ronny di Mapolda Bali kemarin. Pemeriksaan itu untuk memastikan darah dan sidik jari yang ditemukan apakah benar milik korban. Hanya, pihak Puslabfor Polri juga perlu mendengar analisis ahli atas hasil uji labfor tersebut untuk melengkapi BAP.

Ahli itu akan menjadi saksi ahli di persidangan. Sementara itu, untuk mengungkap misteri di balik temuan bercak darah di beberapa tempat di rumah Margriet, polisi telah mengambil sampel darah beberapa orang. Kemarin bahkan giliran putri kandung Margriet, Yvonne Caroline Megawe, yang diambil sampel darahnya.

”Karena ada bercak darah itu, hari ini (kemarin) Yvonne diambil sampel darahnya oleh tim Polresta Denpasar,” kata Jefry. Selain Yvonne, beberapa orang lainnya juga turut diambil sampel darahnya. Mereka adalah Margriet, tersangka Agustinus, dan pria berinisial AA yang diduga terlibat dalam pembunuhan gadis kecil berparas ayu itu.

Miftahul chusna/ Okezone
(bbg)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved