Pengemis Mulai Banjiri Ibu Kota

Selasa, 16 Juni 2015 - 09:43 WIB
Pengemis Mulai Banjiri...
Pengemis Mulai Banjiri Ibu Kota
A A A
JAKARTA - Jelang Ramadan sejumlah pengemis mulai berdatangan dari luar daerah. Para pengemis datang tak hanya sendiri, melainkan secara berkelompok bahkan ada yang membawa sanak keluarga.

Seperti yang terlihat di sepanjang bawah jalan Tol Dalam Kota menuju Tol Prof Soedyatmo, Jakarta Barat. Meski telah mendapatkan pengawalan ketat dari petugas Satpol PP dari Kecamatan Grogol Petamburan, tidak membuat ciut nyali para pengemis untuk tinggal dikolong jalan tol. Di sana mereka beralaskan kardus-kardus bekas tanpa penutup. Rencananya, mereka tinggal di sana hingga hari Lebaran nanti. Ditemui di kolong perempatan Grogol, kemarin, seorang pengemis, Rahmat, 37, mengaku sudah sebulan tinggal di kawasan itu.

Bersama istrinya, Romlah, 21, dan dua anaknya Slamet, 3, serta Safar, 11 bulan, mereka tinggal berharap belas kasih dari pengguna jalan. Karena pekerjaan itu, Rahmat mengaku kerap kali tertangkap oleh petugas satpol PP. Namun, kejadian itu tidak lantas membuatnya kapok. Rahmat mengungkapkan, kolong jembatan Grogol akan ramaididatangipara pengemisdi pertengahan Ramadan. Mereka datang dari berbagai daerah, mulai Pantura hingga Tangerang.

Pengakuan senada diungkapkan Mika, 47. Nenek satu cucu ini jauh-jauh datang dari Rengasdengklok, Karawang, ke Jakarta untuk mengemis. Demi mendapatkan hasil yang maksimal, Mika membawa tiga anak dan satu keponakannya yang masih remaja. Selain mengemis, satu anak Mika bernama Yunata, 18, juga bekerja sebagai kenek Kopaja. ”Uangnya kita kumpulin untuk mudik nanti, Mas,” ucapnya.

Kepala Sudin Sosial Jakarta Barat Ika Yuli Rahayu menyatakan, keberadaan pengemis cukup meresahkan. Dia mengimbau masyarakat tidak memberikan uang kepada pengemis dan pengamen karena telah diatur dalam Perda No 8/2007 tentang Ketertiban Umum.

Merujuk aturan itu, Ika menjelaskan, bagi siapa pun warga yang kedapatan memberi uang kepada pengemis, akan mendapatkan kurungan pidana paling lama 60 hari dan denda maksimal Rp20 juta.

Yan yusuf
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved